Main Menu

AS Kenakan Tarif Impor Baja Dan Aluminium Terhadap Sekutunya, Perang Dagang Global Membayang

Hendri Firzani
01-06-2018 10:01

PM Kanada Justin Trudeau. (REUTERS/Patrick T. Fallon/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kanada dan Meksiko langsung bereaksi atas keputusan AS yang mulai mengenakan tarif impor baja dan aluminium terhadap mereka. Kedua negara yang sebelumnya sempat mendapat pengecualian dari tarif impor sebesar 25% untuk produk baja dan 10% untuk Aluminium, yang diberlakukan AS, bersama Uni Eropa, ikut dikenai tarif impor yang dikhawatirkan bakal memicu perang dagang tersebut.

 

Kanada, pemasok baja terbesar ke Amerika Serikat, dikabarkan akan segera mengenakan tarif yang mencakup  16,6 miliar dollar Kanada (US$ 12,8 miliar) produk impor dari AS. "Termasuk wiski, jus jeruk, baja, aluminium dan produk lainnya," kata Menteri Luar Negeri Canada Chrystia Freeland.

"Pemerintah Amerika telah membuat keputusan hari ini, (kamis,31/5) bahwa kami menyesalkan, dan jelas akan mengarah pada tindakan pembalasan, sebagaimana mestinya," kata Perdana Menteri Justin Trudeau pada konferensi pers dengan Freeland.

Pengumuman pengenaan tarif terhadap impor baja dan aluminium dari Canada, Mexico dan Uni Eropa sendiri diumumkan menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, kamis kemarin dan mulai berlaku pada Jumat dini hari jam 04.00GMT. Kebijakan yang dimulai sejak Maret 2018 ini sendiri mendapat kecaman sejumlah anggota parlemen dari kubu Republik, kubu asal Presiden Trump, kalangan pebisnis utama, dna kalangan pasar modal.

Dow Jones Industrial Average kehilangan 1 persen dan S & P 500 turun 0,69 persen sebagai respon atas kebijakan itu. Saham industri Boeing dan Caterpillar juga ikut jatuh, dengan Boeing turun 1,7 persen dan Caterpillar turun 2,3 persen.

"Kami berharap untuk melanjutkan negosiasi, baik dengan Kanada dan Meksiko di satu sisi, dan dengan Komisi Eropa di sisi lain, karena ada masalah lain yang juga perlu diselesaikan," kata Wilbur Ross.

Respon negara-negara Uni Eropa juga tak kalah galaknya. "(Kebijakan AS) tidak dapat dibenarkan dan akan memiliki konsekuensi berbahaya bagi pertumbuhan global," kata Menteri Keuangan Bruno Le Maire, sebagaimana dikutip Reuters.

Rekannya dari Jerman, Olaf Scholz, mengatakan negara-negara anggota UE akan menunjukkan persatuan dan kedaulatan mereka dengan bertindak dengan cara yang pasti. "Tanggapan kami harus jelas, kuat dan cerdas," kata Scholz kepada Reuters.

Uni Eropa sebelumnya sempat mengancam akan mengenakan tarif impor balasan berupa tarif atas impor sejumlah produk seperti sepeda motor Harley Davidson dan bourbon.

Persoalan tarif ini sendiri diperkirakan akan menjadi topik paling banyak dibahasa dalam pertemuan menteri keuangan negara-negara industri G7 yang berlangsung sejak kemarin hingga besok (2/6) di resor pegunungan Whistler, British Columbia, Kanada.


Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
01-06-2018 10:01