Main Menu

Ini Yang Dikatakan Trump Usai Bertemu Kim Jong Un

Rosyid
12-06-2018 16:54

Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.(Reuters/Jonathan Ernst/re1)

Singapura, Gatra.com - Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sepakat untuk bekerjasama menuju denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea. Dalam kesepakatan yang ditandatangani, Selasa (12/6) itu, Amerika Serikat berjanji untuk memberikan jaminan keamanan bagi Korea Utara, musuh bebuyutannya.

 

Pernyataan bersama yang diteken di akhir pertemuan di Pulau Sentosa, Singapura hanya  memberikan sedikit gambaran bagaimana tujuan itu akan dicapai. Sementara dalam pernyataan bersama hanya disebutkan bahwa proses negosiasi selanjutnya akan dipimpin Menlu AS, Mike Pompeo dan sejawatnya dari Korea Utara. Presiden Trump dalam konferensi pers usai bertemu Kim Jong Un berharap proses denuklirisasi bisa dimulai secepat mungkin. 

 

Trump juga mengatakan bahwa Kim menyatakan telah menghancurkan lokasi pengujian mesin utama yang digunakan untuk rudal. Namun, sanksi internasional terhadap Korea Utara tetap berlaku.

Selanjutnya Trump menjanjikan bahwa latihan militer dengan Korea Selatan akan dihentikan. Langkah yang akan menghemat uang dalam jumlah besar, katanya, "Latihan tidak akan diaktifkan kembali "kecuali dan sampai kita bisa melihat negosiasi di masa depan tidak berjalan sebagaimana mestinya."

 

"Beberapa hal lain juga disepakati dan tidak tercermin dalam perjanjian," kata Trump seperti ditulis Reuters, Selasa (12/6). Sementara itu Kim Jong Un mengatakan kedua pemimpin telah melakukan pertemuan bersejarah dan memutuskan untuk melupakan masa lalu. "Dunia akan melihat perubahan besar," katanya.

 

Beberapa analis politik menilai hasil pertemuan itu lebih pada simbolis daripada hasil nyata. "Tidak jelas apakah perundingan selanjutnya akan mengarah pada tujuan akhir denuklirisasi," kata Anthony Ruggiero, pakar dari Washington's Foundation for Defense of Democracies. "Ini bukan langkah maju yang besar."

 

Kesepakatan  itu tidak menyebutkan sanksi dan juga tidak ada referensi untuk akhirnya menandatangani perjanjian damai. Korea Utara dan Amerika Serikat berhadap-hadapan dalam perang Korea 1950-1953 dan secara teknis masih dalam suasana perang hingga saat ini karena konflik tersebut dihentikan hanya dengan gencatan senjata.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
12-06-2018 16:54