Main Menu

Dampak Pertemuan dengan Kim, Presiden Trump Putuskan Menangguhkan Latihan Bersama dengan Korea Selatan

Gandhi Achmad
12-06-2018 20:52

Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un di Pulau Sentosa, Singapura.(REUTERS/Jonathan Ernst/re1)

Singapura, Gatra.com - Pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un di Pulau Sentosa, Singapura telah berlangsung selama lima jam.

 

Selain kesepakatan bersama, Trump pun memberikan keputusan mengejutkan. Yakni ia menyatakan melakukan penangguhan latihan militer bersama pemerintah Korea Selatan. Atas kebijakan itu, pasukan AS di wilayah itu tampaknya pun dibuat kaget oleh aksi Trump.

 

Atas keputusan itu pasukan AS di Korea Selatan mengatakan lebih jauh mereka belum menerima panduan terbaru tentang latihan militer.

 

"Dalam koordinasi dengan mitra ROK [Republik Korea] kami, kami akan melanjutkan postur militer kami saat ini sampai kami menerima panduan terbaru," kata juru bicara kepada Reuters, Selasa (12/6).

 

Militer Korea Selatan pun mengeluarkan pernyataan kepada NBC News yang mengatakan, "Mengenai komentar Presiden Trump tentang berakhirnya latihan militer gabungan. Kita perlu mencari tahu makna atau maksud yang tepat di balik komentarnya pada titik ini," bunyi pernyataan tersebut.

 

Sementara itu, para pejabat militer dari kedua negara, termasuk menteri pertahanan AS, James Mattis, telah menentang keras pembatasan latihan militer gabungan. Ia beralasan bahwa hal itu akan merusak aliansi dan penghalangnya terhadap agresi Korea Utara.

 

Namun menurut Trump, permainan perang itu mahal dan "sangat provokatif". Menghentikan mereka merupakan konsesi besar, sesuatu yang sebelumnya telah ditolak AS sebagai tidak dapat dinegosiasikan dengan alasan bahwa latihan tersebut merupakan elemen kunci dari aliansi militernya dengan Seoul, dan mempertahankanya terhadap Korea Utara.

 

Trump mengatakan bahwa, sebagai imbalannya, Kim telah menyetujui dalam pernyataan bersama untuk menegaskan kembali komitmennya yang teguh dan untuk menyelesaikan denuklirisasi di Semenanjung Korea.


 

Editor : Gandhi Achmad

Gandhi Achmad
12-06-2018 20:52