Main Menu

Langkah Selanjutnya Perlu Ada Integrasi Nyata Antara Perjanjian Singapura dan Deklarasi Panmunjom

Gandhi Achmad
12-06-2018 22:42

Pertemuan Kim Jong Un dengan Donald Trump di Pulau Sentosa, Singapura.(Reuters/re1)

Singapura, Gatra.com – Bagi S Nathan Park, pengacara yang berbasis di Washington D.C, pertemuan Kim Jong Un dengan Donald Trump di Pulau Sentosa, Singapura, pada Selasa (12/6), adalah langkah bagus.

 

Ia menilai akan lebih bijaksana untuk fokus pada gambaran besar dulu. Pasalnya, hanya beberapa bulan yang lalu, Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) sedang berjalan menuju perang nuklir. “Hari ini, kita tidak lagi berada di jalan itu,” kata Nathan seperti dilansir CNN.

 

Nathan pun yakin, Perjanjian Singapura antara Presiden Trump dan Kim Jong Un bisa lebih baik lagi kedepanya. Sebagai contoh, Trump telah menghentikan sementara kerjasama latihan militer AS-Korea Selatan adalah konsesi yang signifikan.

 

Dan semua itu untuk menerima imbalan berupa denuklirisasi "lengkap"--bukan yang sepenuhnya lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah lagi, yang telah dirujuk oleh administrasi Trump dalam seluruh proses menuju Pembicaraan ini--tidak cukup, setidaknya dalam jangka waktu dekat.

 

Namun, menurut Nathan, semua orang tahu apa pun yang dikatakan dan tertulis di atas kertas, akan menjadi masalah adalah hal eksekusinya. Namun, perjanjian tersebut masih cukup untuk menjadikannya titik awal, paling signifikan dengan memasukkan Deklarasi Panmunjom antara Korea Utara dan Korea Selatan yang dibuat dalam pertemuan antar-Korea pada bulan April.

 

Idealnya, langkah selanjutnya adalah integrasi nyata Perjanjian Singapura dan Deklarasi Panmunjom dengan memulai negosiasi trilateral yang melibatkan AS, Korea Selatan dan Korea Utara, untuk menciptakan sistem denuklirisasi dan pertukaran ekonomi yang tahan lama.


 

Editor : Gandhi Achmad

Gandhi Achmad
12-06-2018 22:42