Main Menu

Kuasa Hukum Sebut Idrus Tak Dilapori Eni Soal Penerimaan Uang

Iwan Sutiawan
01-09-2018 00:25

KPK resmi menahan Idrus Marham atas kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1. (ANTARA/Rivan Awal Lingga/RT)

Jakarta, Gatra.com - Kuasa hukum tersangka Idrus Marham, Samsul Huda mengatakan, bahwa kliennya tidak pernah menerima laporan dari Eni Maulani Saragih selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR RI soal penerimaan uang dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

 

"Kalau laporan terkait seputaran itu [penerimaan uang dari Johannes Kotjo] sih enggak ada," kata Samsul di Jakarta, Jumat petang (31/8).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut soal keterangan pihak KPK bahwa Idrus diduga mengetahui atau mendapat laporan dari Eni, tentang penerimaan uang, Samsul menyampaikan jawaban senada.

"Enggak ada, tadi enggak ada. Yang ada bang Idrus selama ini tidak pernah merasa menerima uang dari Eni dan juga janji seperti yang selama ini diberitakan US$1,5 juta itu. Mungkin pemeriksaan selanjutnya akan ditanya seperti itu," katanya.

Namun ketika dikonfirmasi lagi apakah ini bantahan, bahwa Idrus Marham tidak pernah menerima uang dan dijanjikan akan menerima US$1,5 juta, Samsul mengatakan, dalam pemriksaan kali ini belum menyoal hal ini.

"Sepanjang yang saya tahu, bahkan sampai tadi saya dampingi, itu pertanyaan belum ada. Sehingga saya tidak bisa katakan benar atau tidak. Kita tunggu perkembangannya," ujar ujar Samsul.

Begitupun saat dikonfirmasi apakah Idrus sempat menyampaikan pernah memerintahkan Eni untuk mengawal dan menggolkan proyek PLTU Riau 1, pemeriksaan belum sampai soal ini. "Belum, belum sampai ke sana," ucapnya.

KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka, setelah mengembangkan kasus ini karena ia diduga menerima hadiah atau janji uang sebesar US$1,5 juta terkait dari proyek PLTU Riau 1.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau 1. Mantan Sekjen Partai Golkar itu dijanjikan uang US$1,5 oleh Johannes jika Johannes berhasil menggarap proyek senilai US$ 900 juta itu.

Proyek PLTU Riau 1 masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt (MW) yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

KPK menyangka Idurs Marham melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
01-09-2018 00:25