Main Menu

Zumi Zola Akui Pakai Uang Gratifikasi untuk Adiknya Maju Pilwako Jambi

Iwan Sutiawan
07-09-2018 02:04

Zumi Zola.(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/re1)

Jakarta, Gatra.com - Terdakwa Zumi Zola mengakui sempat menggunakan uang dari sejumlah kontraktor untuk menyosialiasikan adiknya yangakan maju sebagai calon Wali Kota Jambi 2018 dari Partai Amanat Nasional (PAN).

 

"Saya di BAP pada penyidik, saya akui misalkan beberapa untuk kepentingan adik saya berencana jadi wali kota, tapi gak jadi," kata Zumi Zola menanggapi keterangan beberapa saksi yang diajukan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (6/9).

Zumi mengaku sempat memerintahkan Plt Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Sekda Pemprov Jambi), Afif Firmasnyah, untuk menyosialiasikan adiknya tersebut.

"Saya minta Afif langkah-langkah untuk sosialisi. Maklum adik saya banyak di Jakarta. Bila itu diterjemahkan menjadi kebutuhan ambulans, kantor DPD PAN Jambi, dan billboard itu bagian dari beliau menerjemahkan bantuan tadi," ujarnya.

Pada kesempatan sidang ini, Zumi Zola juga mengakui soal penerimaan gratifikasi umrah. Namun ia mengaku tidak ingat persis jumlah atau nilainya. Meski demikian, ia mengaku bingung karena ada nama lain yang dimasukkan biaya umrahnya itu merupakan bagian dari penerimaannya.

Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum KPK, dicantumkan bahwa Zumi Zola mendapat uang dari Muhammad Imaduddin alias Iim selaku rekanan yang akan menggarap proyek tahun anggaran 2016 yang belum dilelang.

Iim sejak Februari 2016 bersedia membantu keperluan terdakwa Zumi Zola hingga mencapai Rp1.235.000.000 (Rp 1,2 miliar). Uang itu di antaranya Rp75 juta digunakan untuk biaya akomodasi pengurus DPD PAN Jambi untuk menghadiri pelantikan Zumi Zola sebagai gubernur Jambi di Jakarta.

Kemudian, Rp274 juta untuk membeli 2 ambulance pada 2016 yang akan dihibahkan oleh Zumi Zola dan adiknya Zumi Laza kepada DPD PAN Kota Jambi agar Zumi Laza dapat menjadi ketua DPD PAN Kota Jambi dan dicalonkan sebagai wali Kota Jambi pada 2018.

Selanjutnya, uang sejumlah Rp 70 juta untuk membayar pembuatan 10 spanduk dan sewa 10 titik lokasi bill board untuk memperkenalkan Zumi Laza sebagai calon wali Kota Jambi. Uang Rp 60 juta untuk memenuhi permintaan Zumi Laza guna membayar kekurangan sewa 2 tahun kantor DPD PAN Kota Jambi.

Dalam perkara penerimaan gratifikasi sejumlah Rp40.477.000.000 (Rp40,4 miliar), satu unit mobil Toyota Alphard D 1043 VBM, US$ 177,300 dan SGD 100,000 didakwa melanggar dakwaan pertama yakni Pasal 12 B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagiama diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Atau melanggar dakwaan kedua yakni Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagiama diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
07-09-2018 02:04