Main Menu

Jawab Kritik Iklan Bendungan Jokowi di Bioskop, Hasto: Itu Posisi Strategis Incumbent

Wem Fernandez
13-09-2018 17:19

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto. (ANTARA/Wahyu Putro A/RT)

 

 

- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto meminta para pengritik Jokowi untuk bisa membedakan bagaimana menggunakan kekuasaan (Use the power) dan menyalahgunakan kekuasaan (Abuse of Power).

 

Iklan Jokowi yang diputarkan di bioskop tentang keberhasilan pembangunan bendungan adalah bagian dari use the power yang bersangkutan sebagai kepala negara dan bukan bagian dari abuse the power.

Abuse of power contohnya ketika ada salah satu pimpinan yang minta anaknya difasilitasi pada saat keluar negeri. Tetapi kalau dalam konteks penyampaian keberhasilan, ya itu merupakan posisi strategis di mana pun yang dimiliki incumbent,” kata Hasto di Media Center TKN Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Menteng, Kamis (13/9).

Berkaca pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di periode lalu (2008-2009), menurut Hasto, juga bagian dari use the power. Kala itu SBY menggulirkan program bantuan sosial (Bansos) yang menggunakan uang negara dengan angka yang fantastis.

"Jumlahnya mencapai US$ 2 miliar. Jadi mari kita lihat secara proporsional kalau ada gagasan yang bright soal bangsa dan negara kenapa kita jadi begitu reaktif?” terang dia.

Untuk lebih jelasnya, Sekjen PDI Perjuangan ini juga meminta para pengritik Jokowi untuk menanyakan langsung kepada para petani yang mendapatkan manfaat positif dari bendungan yang terbangun selama masa pemerintahan.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
13-09-2018 17:19