Main Menu

PDI Perjuangan: Usul Debat Pilpres Bahasa Inggris Langgar UU

Wem Fernandez
14-09-2018 21:30

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto(GATRA/Adi Wijaya/re1)

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto heran dengan usulan tim kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar debat di Pilpres menggunakan bahasa Inggris. Usulan ini dinilai kontrapoduktif dengan semangat sumpah pemuda dan kebangkitan nasional yang menempatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. 

 

“Bagaimana mungkin semangat menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, kini direduksi sebagai sekedar ketrampilan berbahasa asing? Apakah ini karena isu yang beredar bahwa tim kampanye Prabowo-Sandi di backup oleh konsultan asing,?” tanya Hasto dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat, (14/9). 

Hasto menambahkan, sebagai tim kampanye hendaknya menempatkan semangat cinta tanah air serta kebanggaan terhadap jati diri dan kebudayaan bangsa. Tidak boleh semangat ini dikalahkan ambisi meraih kekuasaan. 

Lebih lanjut, debat capres-cawapres yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah bagian dari kegiatan kenegaraan yang diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia. Karena itu, usulan ini dinilai melanggar Undang-undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. 

“Jadi kita mempertanyakan usul yang jelas jauh dari memperkuat semangat kebangsaan, di tengah era globalisasi saat ini,” jelas Hasto. 


Reporter : Wem Fernandez
Editor: Mukhlison  

Wem Fernandez
14-09-2018 21:30