Main Menu

Amien Rais Minta Jokowi Ganti Kapolri

Iwan Sutiawan
10-10-2018 11:47

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta.(ANTARA/Reno Esnir/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, menyampaikan soal kasus yang ingin dibongkarnya karena sudah mengendap cukul lama di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Amien meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengganti Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Saya tahu Anda semua ingin tahu soal KPK dan lain-lain, saya tidak akan berpanjang-panjang, saya minta pada Pak Jokowi supaya Pak Kapolri Tito Karnavian segera dicopot," kata Amien kepada wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10).

Namun Amien tidak menyebut alasan kenapa Jokowi harus mencopot Kapolri. Dia hanya menunjukan kliping pemberitaan media massa dan meminta untuk mempelajari isi pemberitaan tersebut.

"Saya yakin kepemimpinan Polri yang jujur dan mengabdi bangsa dan negara, masih banyak untuk mengganti Pak Tito Karnavian. Kita cinta polisi, polisi tulang punggung keamanan nasional, tapi kalau ada oknum yang tidak benar, itu harus diganti," ujarnya.

Sebelum mengakhiri pernyataan persnya, Amien mengutip ayat Alquran surat Al Imron ayat 54.

"Jadi anda jangan muter-muter ya, kami nampak pucat pasi, kemudian ketika membacakan gemetaran, jangan begitu ya. Artinya, manusia boleh membuat rekayasa tapi Yang Maha Sempurna juga membuat rekayasa dan jauh lebih unggul," katanya.

Amien Rais sebelumnya sempat menyampaikan pernyataan kepada media selaku korban kebohongan atau hoaks atas pengakuan Ratna menjadi korban pengeroyokan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018.

Namun, Ratna mengaku cerita pengeroyokan itu merupakan informasi bohong bin dusta alias hoaks karena sama sekali tidak terjadi. Polda Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet saat hendak terbang ke Chili di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Kamis (4/10).

Polisi menetapkan Ratna sebagai tersangka dan disangka melanggar Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah meminta keterangan Ratna Sarumpaet, Presiden Konfederasi Serikat Indonesia (KSPI), Said Iqbal; dan dokter Sidiq yang mengoperasi plastik Ratna.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
10-10-2018 11:47