Main Menu

Animonsta dan DNA Production Pemegang Hak Cipta BoBoiBoy

Edward Luhukay
08-09-2016 16:35

Jakarta, GATRAnews - CEO DNA Production Rina Novita menegaskan, perusahaan yang dikelolanya bersama Animonsta Studios Sdn Bhd merupakan dua perusahaan resmi pemilik hak paten BoBoiBoy di Indonesia. Hal ini dilontarkan Rina, terkait munculnya gugatan terhadap pihaknya dari PT Sadabana Entertainment yang juga mengklaim sebagai pemilik hak paten dari berbagai produk figur animasi buatan Malaysia tersebut. Namun, gugatan tersebut dipatahkan oleh pengadilan di Jakarta.

"Dia (pemilik PT Sadabana Entertainment --Red.) mengaku punya hak cipta dan sertifikat pendaftaran BoBoiBoy tahun 2013 ke HKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual)," kata Rina kepada wartawan, ditemui di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu (7/9) siang.

Rina juga menyatakan, penggugat dengan nama Amrani Sidabutar tersebut, mengklaim 13 jenis produk seperti pakaian, mainan, peralatan tulis, hingga makanan, dengan label BoBoiBoy. Selain itu, gugatan tersebut juga termasuk permintaan ganti rugi sebesar Rp 3 milyar dan immaterial Rp 15 milyar, serta gedung yang dimiliki DNA Production.

"Menurut saya ini aneh. Kami, DNA Production dan Animonsta, sudah mendaftarkan ke HKI sejak tahun 2012. Animonsta sudah memberi lisensi BoBoiBoy kepada DNA sejak 2012," tutur perempuan berkerudung ini.

"Kami kaget kok bisa double? Apalagi ini menyangkut negara lain," Rina, menambahkan.

Rina menyatakan merasa bersyukur lantaran gugatan tersebut digugurkan oleh hakim pada Agustus 2016, setelah mendapatkan data-data yang lengkap dari HKI. Di sisi lain, di meja hijau, DNA Productions juga melampirkan izin dari Animonsta selaku pencipta BoBoiBoy.

"Hakim menggugurkan dan mengembalikan ke kami dan pecipta BoBoiBoy (Animonsta)," demikian Rina.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
08-09-2016 16:35