Main Menu

Waspadai BoBoiBoy Palsu!

Edward Luhukay
08-09-2016 16:50

Jakarta, GATRAnews - DNA Production dan Animonsta Studios Sdn Bhd secara bersamaan menegaskan bahwa kedua perusahaan tersebut merupakan pemilik hak paten BoBoiBoy di Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh kedua perusahaan tersebut, pasca-munculnya berbagai produk yang mencantumkan figur BoBoiBoy, yang diyakini diproduksi oleh PT Sadabana Entertainment, yang tidak memiliki hak paten terhadap figur animasi buatan Malaysia tersebut. Hal ini dilontarkan Rina, terkait munculnya gugatan terhadap pihaknya dari PT Sadabana Entertainment yang juga mengklaim sebagai pemilik hak paten dari berbagai produk figur animasi buatan Malaysia tersebut. Namun, gugatan tersebut dipatahkan oleh pengadilan di Jakarta.

"Kami sudah ambil hak paten BoBoiBoy ini sejak 2012. Mohon dihargai hak ciptanya," kata Rina kepada wartawan, yang menjelaskan permasalahan hak cipta ini bersama Nizam Abdul Razak --pencipta figur BoBoiBoy--, di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu (7/9) siang.

"Dia (pemilik PT Sadabana Entertainment --Red.) mengaku punya hak cipta dan sertifikat pendaftaran BoBoiBoy tahun 2013 ke HKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual)," Rina, menambahkan.

Niza, yang juga merupakan tokoh di balik sukses serial Ipin dan Upin, peredaran produk-produk ilegal yang menggunakan figur BoBoiBoy memang sudah mewabah. Memang secara kasat mata, kata Rina, figur BoBoiBoy palsu sulit terlihat alias sama dengan versi aslinya. Namun jika dilihat secara detil, perbedaan antara asli dan palsu dapat terlihat.

"Biasanya yang palsu gambarnya agak pecah karena pixel-nya yang kecil dan biasa diambil dari internet. Sementara kami selalu menggunakan gambar-gambar hi-res untuk produksi barang-barang promosi BoBoiBoy," jelas Nizam.

Secara gamblang Rina menjelaskan, figur BoBoiBoy sudah pernah digunakan oleh berbagai produk, seperti Coki-coki, Indomilk, Zwitsal, Ardilles, atau KFC. Popularitas BoBoiBoy, kata Rina, turut membantu mendongkrak penjualan produk-produk tersebut. Oleh karenanya, figur film kartun Malaysia ini diincar banyak pihak. "Brand BoBoiBoy ini terlalu kuat. Ada perusahaan yang menggunakan BoBoiBoy, lalu sales-nya naik mulai dari 175% hingga 400%," ungkapnya.

Rina menyatakan merasa bersyukur lantaran gugatan tersebut digugurkan oleh hakim pada Agustus 2016, setelah mendapatkan data-data yang lengkap dari HKI. Di sisi lain, di meja hijau, DNA Productions juga melampirkan izin dari Animonsta selaku pencipta BoBoiBoy. "Hakim menggugurkan dan mengembalikan ke kami dan pecipta BoBoiBoy (Animonsta)," demikian Rina.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
08-09-2016 16:50