Main Menu

Konser Prambanan Jazz Tambah Dosis

Mukhlison Sri Widodo
17-08-2018 16:53

Konferensi pers Prambanan Jazz Festival (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Konser musik dengan latar cagar budaya warisan dunia, Prambanan Jazz Festival, kembali digelar. 

 

Dan kali ini, dosisnya  ditambah dengan penampilan biduan jazz dunia, Diana Krall, dan memperbanyak musisi jazz nasional.

Penggagas acara ini, Anas Syahrul Alimi, mengatakan penampilan musisi jazz yang lebih banyak membedakan Prambanan Jazz Festival ke empat yang digelar di Candi Prambanan, 17-19 Agustus 2018, ini daripada gelaran sebelumnya. 

“Keterlibatan musisi jazz lebih besar. Dari total 27 musisi yang tampil, komposisinya sekarang 65 persen, sebelumnya 40 persen," kata CEO Rajawali Indonesia, penyelenggara acara, saat jumpa pers di Hotel Tentrem, Sleman, Jumat (17/8).

Menurut Anas, penambahan musisi jazz di tiap konser Prambanan Jazz merupakan suatu strategi.

"Ini strategi branding saja. Musik jazz itu segmented dan tidak mudah menggaet masyarakat. Makanya kami pelan-pelan menambah musik jazznya," ujarnya.

Sang "Ratu Jazz" Diana Krall, peraih lima Grammy Award, menjadi penampil utama. Menurut Anas, Diana akan bermain solo selama dua jam. 

Diana terakhir tampil di Indonesia 2001. Untuk Prambanan Jazz 2018, dia khusus ke Indonesia, tidak sedang tur, atau pentas di negara lain.

"Ini akan menjadi penampilan yang unik, personal, dan emosional karena saya bermain di suatu candi. Akan ada energi dan perasaan yang dalam saat bermain di tempat berbeda,”mkata Diana Krall.

Selain dia, tampil para musisi jazz nasional kenamaan seperti Idang Rasjidi, Fariz RM, Indra Lesmana, dan Tohpati. Untuk penyanyi, ada Syaharani dan Monita Tahalea.

Beberapa musisi menyuguhkan penampilan kolaborasi, seperti gitaris Tohpati dengan biduan Malaysia, Sheila Majid, lalu Indra Lesmana dan putrinya Eva Celia, serta Idang dan Syaharani.

Di luar lini jazz, penampilan spesial juga datang dari boyband dunia yang populer pada dekade 1990-an, Boyzone. 

"Keempat personelnya hadir untuk reuni dan menggelar konser perpisahan, sehingga ini menjadi tur terakhir di Indonesia," kata Anas.

Band-band Indonesia, terutama yang hits dan jaya pada 1990-an, turut menyemarakkan, seperti Kla Project, Dewa19, Kahitna, Java Jive, Jikustik, dan The Rain. 

Untuk solois, ada Iwa K, Glenn Fredly, Rio Febrian, Tompi, dan Tulus. Selain mereka, ada grup masa kini macam Barasuara, Hivi, dan Star and Rabbit.

Dedengkot Kahitna, Yovie Widianto, senang terlibat lagi di konser ini. "Prambanan Jazz mengapresiasi musik dan menghormati musisi jazz. Kami akan kolaborasi musisi muda RAN dan Brisia Jodie," kata Yovie.

Penyanyi negeri jiran Sheila Majid menjadikan konser ini sebagai momen menuntaskan kangennya pada Yogyakarta. 

"Saya terakhir ke Jogja 1988. Kemarin sudah coba gudeg dan mau putar-putar Jogja satu hari lagi," kata pelantun tembang "Sinaran" dan "Antara Anyer dan Jakarta" itu.

Dengan jajaran penampil dan konsep tersebut, Anas berharap jumlah penonton mencapai 40 ribu orang. Tahun lalu, ajang ini ditonton sekitar 35 ribu orang.

"Pengalaman sebelumnya penerbangan, rental mobil, dan kuliner saat Prambanan Jazz penuh. Ini bisa menjadi diplomasi budaya Indonesia di dunia," kata Anas.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
17-08-2018 16:53