Main Menu

Bimbo: Lebih Gampang Megang Gitar daripada Megang Pacul

Edward Luhukay
12-12-2016 00:15

Bimbo Restorasi Cagar Biosfer (ANTARA/FB Anggoro)

Pekanbaru, GATRAnews - Grup musik legendaris Bimbo mengaku sangat antusias menanam pohon untuk merestorasi lahan terdegradasi di lanskap Cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Kamis. Para personil Bimbo, Sam, Acil, dan Jaka --yang rata-rata sudah berumur 70 tahun-- terlihat bersemangat di bawah terik matahari untuk menanam bibit pohon balau merah. Meski begitu, musisi asal Bandung yang banyak menghasilkan lagu hits bertema religi ini, juga tampak kesusahan memadatkan tanah untuk bibit pohon dengan pacul.



"Lebih gampang megang gitar daripada megang pacul," seloroh Acil bercanda, seperti dilaporkan Antara.

Trio Bimbo hadir ambil bagian dalam acara From Tennis to Trees, yang digelar APP-Sinar Mas dan Asosiasi Tenis Wanita Dunia (WTA) dalam memenuhi komitmen untuk menanam sebatang pohon untuk setiap poin servis ace yang dihasilkan pada turnamen tenis dunia BNP Paribas WTA Finals di Singapura pada 23-30 Oktober 2016.

Sebelum penanaman pohon, Bimbo juga membawakan dua buah lagu berjudul Bumiku Nusantara dan Balada Seorang Biduan. Acil mengatakan, ketiganya sudah hampir 50 tahun bersama dalam satu grup, dan ingin agar lewat musik mereka menginspirasi masyarakat untuk membuat perubahan. "Kegiatan positif perlu dikemas dengan cara yang kreatif, supaya orang tertarik dengan sukarela ikut serta. Upaya yang dilakukan perusahaan (APP-Sinar Mas) sudah bagus dan ke depannya perlu ditingkatkan diwilayah yang lebih luas lagi," ucapnya.

Sam menambahkan, akan sangat ironi jika Indonesia yang sudah 71 tahun mereka, tidak ada perubahan berarti dalam pola pikir dan perilaku yang positif untuk pembangunan dan kelestarian alam. "Semua harus ikut bersama menunjukan dan mewujudkan Indonesia itu tangguh dan hebat," tegasnya.

Sementara, Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan wujud komitmen APP-Sinar Mas untuk melindungi dan merestorasi hutan di Sumatra dan Kalimantan. Karena itu, perusahaan berinisiatif untuk melakukan penanaman pohon untuk setiap poin aces yang dihasilkan pada Turnamen Final WTA di Singapura. Sebagaimana diketahui, seorang pemain tenis memperoleh poin ace ketika bola masuk saat melalukan servis dan tidak dapat dijangkau oleh pemain lawan.

"Jumlah poin ace yang dihasilkan yaitu 77 untuk pertandingan single dan 35 untuk doubles (ganda) dengan total jumlah 112 aces. APP pada hari ini totalnya akan menanam lebih dari 150 pohon balau merah di area seluas dua hektare di Arboretum Desa Rasau Kuning, Riau," katanya, seraya menambahkan bahwa kegiatan itu juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura dan perwakilan WTA.

Arboretum dipilih sebagai lokasi penanaman karena menurut hasil riset Universitas Kyushu di Jepang, memiliki nilai konservasi yang tinggi dengan 300 tanaman berbeda dalam rentang 100 meter. Bibit balau merah akan disiapkan APP untuk ditanam pada saat upacara. Balau merah termasuk dalam kategori tanaman terancam punah yang ditemukan di Sumatra dan Kalimantan.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program restorasi di lahanterdegradasi di kawasan Cagar Biosfer Giam Sak Kecil¿Bukit Batu dengan berbasis pemberdayaan masyarakat, berkolaborasi dengan KPHP Minas Tahura di area seluas 6.172 hektare.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
12-12-2016 00:15