Main Menu

Gubernur Sahbirin Noor Akting di Pengeran Antasari

Anthony Djafar
26-10-2017 10:09

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (kanan) dalam film Pangeran Antasari (Istimewa/HR02)

Jakarta, Gatra.com – Tak ada yang menyangka Haji Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) mendadak muncul di lokasi pengambilan gambar film Perang Banjar Pangeran Antasari, Senin malam (23/10).

Kehadiran orang nomor satu di Kalsel yang semula hanya ingin memberi semangat dan bersilaturahim kepada crew dan pemain tersebut, berubah dengan kesediaan Pak Gubernur yang akrab disapa Paman Birin tampil menjadi salah satu pemain. “Saya ingin tampil jika diberi peran sebagai rakyat jelata,” katanya kepada crew.

Egy Massadiah Produser Film Pangeran Antasari yang juga hadir malam itu menyambut gembira. “Kebetulan ada satu scene dimana dikisahkan beberapa orang sedang menggunjingkan tokoh Pangeran Hidayatullah yang mengungsi ke Cianjur Jawa Barat," Egy yang malam itu turut beradu akting dengan Paman Birin.

Menurut Egy, Paman Birin memang pencinta seni dan saat muda sering tampil di panggung teater. “Kami sudah siapkan sebuah peran yang lumayan menonjol. Namun Paman Birin hanya bersedia main dengan syarat perannya sebagai rakyat biasa saja,” katanya

Paman Birin yang ramah dan penuh canda menjalani proses pengambilan gambar. Tak ada kesulitan berarti bagi pria kelahiran 49 tahun silam itu dalam unjuk aktingnya. Apalagi Paman Birin mampu memainkan improvisasi improvisasi ringan dengan menggunakan kata kata bahasa Banjar.

"Tadi itu ada beberapa kata dalam bahasa Banjar yang sudah langka dan sulit kita temukan untuk didengarkan kembali. Sengaja saya memilih kata kata itu agar bahasa Banjar tetap terawat dan diingat," kata Paman Birin.

Dialog yang Paman Birin ucapkan dalam bahasa daerah Banjar itu kaya akan aksen tanah Banua apalagi disertai beberapa gerakan. Bahkan dalam sebuah adegan Paman Birin menyanyikan sebuah lagu yang kerap disenandungkan nenek nenek tua Banjar zaman dahulu kala sedang menidurkan anak anaknya dalam ayunan.

"Itulah enaknya memilih peran tokoh jadi rakyat biasa, bisa ngomong apa saja tanpa beban," katanya seusai syuting.

Menurut Irwan Siregar sang sutradara, bahwa 90 persen dialog dalam film yang berkisah sekitar tahun 1850 an ini memang menonjolkan bahasa daerah Banjar.

“Ada kekuatan roh dalam dialog dialog saat diucapkan dalam bahasa daerah. Oleh karenanya akan ada sub tittle dalam bahasa Indonesia dan juga dalam bahasa Inggris mengingat ada rencana mengikutkan sertakan film ini dalam festival di luar negeri," tutur sutradara yang terkenal dengan garapannya sinetron Gerhana dan film layar lebar Rumah Pondok Indah ini.

Nah lalu apa arti kata kata dan kalimat apakah gerangan dalam bahasa Banjar yang diucapkan Paman Birin, “Tentu kita mesti bersabar sebab film Pangeran Antasari masih dalam proses,” kata Egy. 


Reporter: Anthony Djafar

Editor: Nur Hidayat

Anthony Djafar
26-10-2017 10:09