Main Menu

Cara Melanie Ricardo Mengawasi Anak Yang Beranjak Remaja

Fahrio Rizaldi A.
10-11-2017 18:47

Melanie Ricardo. (Dok. Twitter/@MelaneyRicardo/FT02)

Jakarta, Gatracom - Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, berpengaruh terhadap pergaulan anak-anak. Tak heran anak zaman sekarang lebih banyak bermain gadget dan media sosial untuk berinteraksi. Ini rupanya menimbulkan berbagai masalah dalam perkembangan terhadap anak.


Hal ini dialami oleh Melanie Ricardo. Presenter yang juga komedian ini mengaku anak gadisnya, Chloe Valentine Lynch (5) sudah semakin penasaran mencari hal baru.

"Namanya juga emak-emak, ya terkadang kepala mau pecah menghadapi anak dua. Anak sudah mulai besar, nakal ya namanya anak-anak. Yang penting masih wajar," ujar Melanie, Jumat (10/11) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Melanie, bersuamikan Tyson Lynch James, warga negara Australia,
mengaku buah hatinya gemar mencari informasi melalui media sosial di jaringan internet. Terkadang, informasi yang mereka dapatkan membuatnya kewalahan.

"Anak aku sudah pinter banget. Biasanya mereka bertanya masalah seks, anak sudah mulai gede. Aku ingin Chloe dan Courage (anak kedua Melanie) terbuka agar nggak mencari (informasi sendiri) lewat buku atau majalah. Jadi harus (bertanya) lewat orangtua," jelas Melanie.

Belakangan ini anaknya sangat menggandrungi situs berbagi video YouTube. Informasi visual dan audio yang tersaji di YouTube membuat pertanyaan anak-anak yang disampaikan kepada Melanie lebih kompleks.

"Mereka suka bertanya mengapa begini, begitu. Aku harus menjelaskan kenapa begini-begitu. Kids zaman now itu youtubeholic banget bok," jelas Melanie.

Melanie menginginkan anaknya tak ketagihan nonton YouTube. Ia khawatir kebiasaan itu mempengaruhi perilaku sosial sang buah hati. "Kesulitannya adalah jangan Youtube-an terus. Bukannya nggak bagus, tapi kalau nonton terus (mempengaruhi kesehatan) leher, dan matanya kan lelah. Mereka juga bisa anti sosial, karena mainnya di rumah terus (tidak bersosialisai dengan lingkungan sekitar)," urai Melanie.

Nah, untuk mengatasi masalah itu orangtua harus memiliki strategi yang tepat untuk mengawasi anaknya. Jika melarang anak-anak melakukan sesuatu, maka orangtua harus bisa menjelaskan maksudnya dengan cara yang mudah diterima.

"Aku memberitahu mereka lewat tindakan. Kalau kita bilang nggak boleh main HP terus, tapi emaknya main Instagram terus, ya sami mawon (percuma)," terangnya.

Mengawasi anak yang beranjak dewasa, kata Melanie, memerlukan kesabaran dan kewaspadaan yang ekstra keras. "Misalnya dia tanpa sengaja melihat cowok dan cewek berpelukan, atau ciuman. Itu kan di luar control kita, jadi harus ekstra hati-hati. Kalau ada di film, kan bisa kita jelaskan apa maksud adegan itu," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo
 

Fahrio Rizaldi A.
10-11-2017 18:47