Main Menu

Jusuf Kalla Terima Gelar Sri Perdana Mahkota Negara

Anthony Djafar
19-11-2017 17:52

Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat gelar dari Lembaga Adat Melayu (Dok. Setwapres/yus4)

Riau, Gatra.com- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan terima kasihnya setelah mendapat tanjak, selempang, keris dan warkah yang disematkan Datok Sri Setia Amanah Abdul Razak selaku Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Ria. Disusul prosesi adat bertepuk tepung tawar, itu pertanda sebagai anugerah kebesaran adat melayu, dengan menerima gelar yang dikenal “Sri Perdana Mahkota Negara”.

 

“Saya ucapkan terimakasih atas penghormatan tinggi kepada saya dan istri saya. Setelah dipertimbangkan dengan baik. Amanah ini akan saya emban dengan sebaik-baiknya,” kata Wapres dihadapan tokoh adat dan masyarakat setelah menerima gelar sekaligus menghadiri acara Tamadun Melayu Antar Bangsa, di Daik Lingga, Kepulauan Riau, Minggu (19/11).

Menurut Wapres bangsa Indonesia tentu menghormati adat, sejarah, juga perbedaan-perbedaan yang menyatukan bangsa. Indonesia besar karena terdiri dari adat istiadat. Melayu selalu dan menjadi bagian sangat penting walaupun Melayu bukanlah penduduk terbesar negeri ini. 

“Saya selalu mengatakan perasaan gembira dengan penghargaan ini. Kita semua sebangsa ini sepakat memakai bahasa melayu sebagai bahasa Indonesia kita,” katanya.

Tak lupa Wapres menyinggung pertalian suku Melayu-Bugis dari Sulawesi Selatan. “Kepada adat dan  juga suku bangsa melayu, saya dari Sulawesi-Selatan, Bugis Makassar tentu menghargai hubungan baik dan bagaimana adat istiadat saling mendukung antara Bugis-Melayu dan tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Wapres menyebut bahwa di Melayu, begitu banyak suku Bugis-Makassar perantauan, begitupula sebaliknya. “Tentu ini menjadi hubungan sedarah yang tidak bisa kita pisahkan,” katanya.

Usai menerima gelar dan kebesaran adat melayu, Wapres JK menyaksikan penandatanganan batu bertulis 'Sumpah Setia Melayu Bugis' sebagai tanda pembukaan perhelatan Melayu Antar Bangsa. Kemudian dilanjutkan penandatanganan prasasti monumen atau tugu agromenapolitan dan penandatanganan prasasti pembangunan gudang bulog.


Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
19-11-2017 17:52