Main Menu

Hidup Cerdik Ala Indro Warkop

Sandika Prihatnala
25-11-2017 22:03

Indro Warkop (GATRA/Dara Purnama/yus4)

 
"Saya tahu rokok itu tidak benar. Saya gak kepengen keluarga saya merokok. Saya itu dulunya di atas dari perokok berat, saya tester," kisah Indro saat ditemui Gatra dalam acara perayaan bulan peduli kanker paru di Lippo Mall Kemang, Sabtu (26/11).
 
Ternyata terbukti, akibat merokok, anaknya yang kala itu berumur lima tahun memintanya untuk memotret dengan rokok mainan. "Bulan puasa dia duduk di tangga pakai pakaian Madura. Istri saya kan Madura. Dia bilang 'pa potret biar kaya papa'. Kata-kata itu melekat di benak saya sehingga saya harus jadi contoh yang baik," katanya.
 
Alhasil lebaran pertama usai puasa Indro pun berhenti merokok secara total. Walaupun kala itu dia sempat 'sakau' sekitar dua minggu. "Saya menggigil macam sakau tapi anehnya otak saya sadar dan bilang kepada rokok ayo siapa yang kuat," katanya.
 
Supaya terhindar dari kanker paru, Indro mengimbau masyarakat aware terhadap rokok. "Jadi bukan hanya kepada perokoknya. Harus ingat lingkungannya juga terpapar asap. Jadi perlu kesadaran itu," katanya.
 
Menurut Indro perayaan bulan peduli kanker paru ini merupakan salah satu cara membangkitkan kesadaran semua orang mengenai penyakit kanker. Hanya saja Indro sempat kecewa pejabat yang diundang panitia tidak datang. 
 
"Padahal dia kan people power. Saya sedih padahal kegiatan ini tujuannya membangkitkan awareness. Menurut saya ini hal yang sangat penting karena saya merasakan betul saat menjadi pengawas di yayasan pita kuning. Yayasan itu khusus membantu anak terlantar yang mempunyai penyakit kanker," katanya. 
 
Indro sendiri memang tidak asing lagi dengan kanker sebab orang-orang di sekitarnya meninggal karena penyakit mematikan tersebut. Dono Warkop dan istrinya, lalu Kasino.
 
"Saya kalau boleh jujur, istri saya beberapa bulan lalu terkena kanker paru. Cuma ya sudah kita hadapi. Tadi saya baru antar istri saya walaupun pakai kursi roda. Saya gak mau takabur sih, tapi setelah beberapa kali kemoterapi sudah ada respon yang bagus. Tapi seenggak-enggaknya keluarga aware," katanya.
 
Sehingga ketika ada kepedulian Indro meyakini semuanya pasti ada hasilnya. "Misalnya tentangga kita punya penyakit kanker. Kita bisa kasih advice, atau bantu. Banyak cara untuk berbuat. Di acara tadi anda lihat gak pejabat atau istri pejabat gak kan. Ntar pas pembukaan Jakarta Fair pasti ramai. Menurut saya ini terlihat tidak peduli," katanya.
 
Acara perayaan bulan kepedulian kanker paru ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) bekerjasama dengan Departemen Radioterapo RSCM, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), RSUP Persahabatan, Centre Information and Support Center (CISC), Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta (YKI DKI), Yayasam Dunia Kasih Harapan 'Hope', Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Lippo Mall Kemang, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, RS Pusat Pertamina, dan RS Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center. 

 
Reporter : DPU
 
Editor : Sandika Prihatnala
Sandika Prihatnala
25-11-2017 22:03