Main Menu

Peter F Gontha, Galak Demi Indonesia

Bernadetta Febriana
24-02-2018 13:53

Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F Gontha (GATRA/Bernadetta Febriana/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F Gontha, mengaku dirinya berubah sejak ditunjuk menjadi wakil Indonesia di bekas negara komunis tersebut kurang lebih 3 tahun yang lalu. Militansinya untuk membuat Indonesia didengar dan punya integritas di depan negara lain, makin menebal.

 

Peter, yang lebih dikenal sebagai pengusaha dan tokoh festival musik, mengisahkan bahwa untuk didengar, ia sebagai Dubes harus berani untuk melakukan hal-hal yang out of the box alias di luar kebiasaan untuk mencari perhatian. Pernah dalam suatu acara Konferensi Asia Pasifik yang diadakan di Polandia dan dihadiri sekitar 40 negara, ia tertegun karena tidak menemukan bendera merah putih Indonesia. "Saya jengkel, apa yang pasang pikirnya bendera kita sama saja dengan bendera Polandia yang merah putih tapi terbalik itu," ujarnya saat ditemui di akhir acara Rakor Kepala Perwakilan RI seluruh dunia di Jakarta.

 

Akhirnya, ketika PM Polandia maju ke podium untuk berpidato, Peter memberi tanda kepada para stafnya untuk walk out. "Mereka pada kaget, dan protokol menahan saya supaya tidak keluar," ujarnya. Disitulah Peter mengatakan, kalau panitia tidak bisa menghormati dan menghargai keberadaan Indonesia dengan meniadakan Sang Merah Putih, ia lebih baik keluar.

 

Sejak saat itu, lanjutnya, Peter dikenal sebagai dubes yang doyan marah-marah kalau berkaitan dengan Indonesia. "Ya bukan dalam artian negatif, tapi kalau mau negara kita dihargai, memang harus berani kalau perlu kita bikin diplomatic incident. Lha kita ini negara besar, jangan berani untuk main-main dengan kita," lanjut Peter lagi. 

 

Karena ulah iseng Peter pula, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Duta Besar Korea Selatan dan Duta Besar Korea Utara di Polandia pun bisa berjabat tangan dalam sebuah acara dan berbicara dalam bahasa Ibu mereka, yakni bahasa Korea. "Jangan takut untuk aneh-aneh dan cari perhatian dalam hal positif, nama Indonesia juga kok yang akan diingat,"katanya.


Editor : Bernadetta Febriana

 

 

Bernadetta Febriana
24-02-2018 13:53