Main Menu

Pakde Karwo dan Pena Emas

Birny Birdieni
04-03-2018 00:27

Pakde Karwo mendapat Pena Emas PWI. (Dok. Diskominfo Jatim/FT02)

Meski bukan lagi generasi jaman now, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, adalah salah pemimpin daerah yang selalu aktif berinteraksi dengan publik. Meski ia tak memilih jalur sosial media, namun Pak De Karwo, begitu ia akrab disapa, intens menyapa masyarakat Jawa Timur di televisi. 

“Ngopi [Ngobrol Pinter] bareng Pakde Karwo” menjadi acara rutin yang menjadi jalur sosialisasi program pemerintah daerah ke masyarakat. Pak De Karwo juga akrab dengan wartawan, dan terbuka menerima kritik melalui pemberitaan media. Tidak ngambek saat wartawan menjalankan fungsi kontrolnya. Namun, dalam kebijakannya, Pemprov Jawa Timur, selalu mendukung penyelenggaraan uji kompetensi wartawan (UKW). Tak heran, provinsi ini punya wartawan bersertifikat terbanyak se-Indonesia mencapai 1.000 orang.

Atas kepeduliannya itu, Persatuan Wartawan Indonesia mengganjarnya dengan penghargaan Pena Emas.  Ini adalah penghargaan tertinggi kepada tokoh yang dianggap berkontribusi pada perkembangan pers Nasional. Dari 16 panelis yang berasal dari jajaran pengurus, ketua dewan pengawas, dan dewan kehormatan PWI kompak memberikan predikat cum laude, ketika memberikan penilaian kepada Pak De Karwo. 

Pakde Karwo menilai jalinan kerja sama dengan wartawan untuk mendukung program-program pemerintah sangat penting. Di awal perumusan kebijakan, Pemprov Jawa Timur juga melibatkan wartawan untuk memberi saran dan masukan. “Sebelum jadi regulasi, sama media sudah kita bicarakan, sehingga terlibat dalam pengaturan regulasi,” tuturnya.

Rendahnya gaji pekerja pers juga tak luput menjadi perhatiannya. Masih ada perusahaan media yang mengupah wartawannya di bawah ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK). “Saya diprotes terus oleh teman-teman. Jadi kita lihat apa yang bisa dilakukan pemerintah,” katanya.

 


Reporter : Putri Kartika Utami

Editor : Muchlison S. Widodo

Birny Birdieni
04-03-2018 00:27