Main Menu

Ketika Mendes Eko Duduk Berdampingan dengan “Kembarannya”?

Anthony Djafar
20-03-2018 22:35

Menteri Eko Putro Sandjojo duduk berdampingan dengan "kembarannya" Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman. (dok. Menteri Eko/ton).

Tasikmalaya, Gatra.com – Kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Eko Putro Sandjojo ke Tasikmalaya, Jawa Barat punya kesan tersendiri selama hidupnya. Betapa tidak, dia tidak menyangka bakal bertemu dengan saudara “kembarnya”.


Ceritanya bermula ketika Eko bersama ketua PKB, Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin menghadiri seminar pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan di Ponpes Riyadul Ulum Wada'wah, Kota Tasikmalaya, Senin sore (19/3).

Begitu tiba ditempat acara, Mendes Eko merasa ada yang mirip dengan pakaian yang dikenakannya ketika bertemu dengan Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman. Pakaian yang mereka kenakan sama persis lengkap dengan sorban warna hijau yang melingkar dilehernya.

Entah ada yang sengaja mencocok-cocokan. Yang pasti Eko merasa kaget. Namun berusaha menyembunyikan kekakuannya. Dan, rupanya, apa yang dialami Mendes pun dirasakan oleh Budi. “Ini baru pertama kali saya bertemu dengan Walikota Tasikmalaya,” kata Mendes.

Baik Eko maupun Budi kemudian duduk di jejeran depan kursi sofa yang sama. Pada saat itupula, Panglima Santri Nusantara yang tidak lain Cak Imin menggoda mereka.

“Mirip ya,” ucap Cak Imin sambil tertawa lepas.

Ketika memberikan sambutan, Cak Imin memuji sikap Eko maupun Budi sebagai pejabat yang sudah bekerja keras turun di lapangan memperhatikan masyarakatnya. Tak lupa, Cak Imin menyinggung Eko dan Budi yang duduk bersebelahan.

Sambil menatap keduanya, Cak Imin berujar, “Memang mirip, asli. Sampai Kacamatanya juga sama, he,he,he,” kata Muhaimin disusul tawa hadirin.

Usai Cak Imin berbicara, giliran Budi diberikan kesempatan naik di atas podium. Dia menyebut akan memberikan sumbangan pembangunan gedung serba guna di Ponpes Riyadul Ulum Wada'wah.

“Akan saya bantu Rp 150 juta," kata Budi disambut tepuk tangan santri, pengajar, dan pimpinan Ponpes.

Setelah berbicara singkat, oleh protokol, Mendes Eko didaulat untuk memberikan kata sambutan. Rupanya, Eko memberi kejutan ketika dia juga akan memberikan sumbangan untuk pembangunan Ponpes Riyadul Ulum Wada'wah.

“Tadi saya dicolek Panglima Santri Nusantara (Muhaimin Iskandar), katanya sebagai kader (PKB) jangan sampai kalah (dalam menyumbang)," katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Eko pun melanjutkan, “Tadi, saudara kembar saya katakan akan bantu Rp 150 juta. Kalau saya akan sumbang Rp 300 juta. Hidup Panglima Santri, hidup Cak Imin," kata Eko disambut tepuk tangan santri.

Usai acara, kepada Gatra.com, Mendes Eko mengaku bahwa dirinya baru menyadari benar wajahnya mirip dengan Walikota Tasikmalaya setelah beberapa saat diperlihatkan foto keduanya.

“Mirip banget ya. Ajaib memang. Saya juga kaget waktu pertama kali bertemu. Baru kali ini juga saya bertemu dengan Walikota yang setahun lalu menjabat,” katanya.

Diketahui, Walikota Budi lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 27 April 1965, itu terpaut hanya 24 hari dari Mendes Eko yang kemudian lahir di Jakarta 21 Mei 1965. Kendati Budi maupun Eko bukanlah kembaran sedarah sekeluarga sesungguhnya sekalipun ada kemiripan wajah dan bentuk tubuhnya yang sulit dibedakan, namun Eko merasa bahwa Budi sudah merupakan “saudara kembar seiman”.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
20-03-2018 22:35