Main Menu

Tuti Nusandari Roosdiono dan Lukisan Laris

Birny Birdieni
28-04-2018 07:00

Anggota Komisi I DPR RI Tuti Nusandari Roosdiono. (Dok. IG/@tutiroosdiono/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menjadi anggota legislatif tak membuat Tuti Nusandari Roosdiono harus menurunkan kegiatan berkeseniannya, khususnya dalam melukis. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku, sejak pertama kali belajar melukis pada 1989, hingga saat ini, setidaknya ada ratusan lukisan lahir dari tangannya.

 

Bagi Tuti, melukis merupakan salah satu terapi diri, sama juga seperti halnya jika dirinya bermain piano, bermusik, ataupun menari. "Jadi kita happy terus, tidak pernah ada jenuhnya," katanya ketika berbincang dengan GATRA beberapa waktu lalu, di kediaman pribadinya, di bilangan Jakarta Selatan.

 

Produktivitas melukis Tuti memang lumayan tinggi. Bahkan, sebelum banyak disibukkan oleh tugas-tugas sebagai anggota dewan, Tuti mengaku dalam satu tahun bisa menyelenggarakan lima kali pameran lukisan.

 

Salah satu karyanya yang fenomenal sebuah lukisan yang diberi nama "Harmoni". Menggambarkan dua induk ayam disertai enam ekor anaknya.  

Tuti mengungkapkan, kecintaannya pada lukisan berawal dari kesenangan suaminya menghadiri pameran-pameran lukisan, lalu membelinya sebagai koleksi pribadi. Nah, dari situ lah Tuti mulai memberanikan diri untuk belajar melukis, hingga seiring waktu berjalan melukis menjadi minatnya.

 

Meski hanya menjadi aktivitas sampingan, lukisan Titi ternyata diminati banyak orang. Ia teringat pameran pertamanya pada 1989 di selenggarakan di Executive Club Hotel Hilton Jakarta. Sebagai pelukis baru ketika itu, Tuti mengaku, hanya memajang koleksi sejumlah 4 sampai 5 lukisan. Tapi semua lukisannya terjual habis. "Harga lukisan setiap pameran pun tergolong lumayan, bisa mencapai Rp 15 hingga Rp 20 juta harganya ketika itu, " ungkapnya.

 

Meski sering laris manis, Tuti menyatakan, tidak semua lukisannya dijual. Untuk lukisan yang ukuran kecil-kecil biasanya dia berikan sebagai kado. Dalam waktu dekat ini, ia juga akan membuat katalog, sehingga memudahkannya dalam hal pengarsipan lukisan karyanya.


Reporter :MAF

Editor : Muchlison S. Widodo

Birny Birdieni
28-04-2018 07:00