Main Menu

Wantannas Punya Doktor Baru Bidang Ilmu Politik Singgung Penanganan Terorisme

Anthony Djafar
17-05-2018 09:00

DR. Budi Pramono, S.IP, MM, MA. (Dok. Wantannas/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) kembali melahirkan Doktor Ilmu Politik baru yakni DR. Budi Pramono, S.IP, MM, MA. Budi yang bertugas di Kedeputian Politik dan Strategi Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional sebagai Analisis Kebijakan Bidang Rencana Kontijensi Politik dan Keamanan.


Budi menyorot dalam kajian disertasinya tentang pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) pasca penetapan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) tahun 2004-2017.

“Disertasi ini mengupas tentang bagaimana perjalanan pelaksanaan OMSP TNI selama 13 tahun berjalan,” katanya di Jakarta, Kamis (17/5)

Menurut Budi, desertasinya itu juga berkenaan dengan Operasi Militer, selain perang seperti bantuan tugas dalam bencana alam, penjagaan wilayah perbatasan, pengamanan perairan hingga tentang penanggulangan dan penanganan aksi terorisme.

“Penelitian ini saya kira merupakan hal yang cukup penting dalam dinamika dan perkembangan politik di Indonesia. Terlebih, terkait dengan kejadian terorisme dalam beberapa hari ke belakang ini,” katanya.

Budi menyebut bahwa tidaklah berlebihan kiranya disertasi ini dapat menjadi salah satu referensi akademis ditengah maraknya aksi teroris akhir-akhir ini, dimana penanggulangan terorisme merupakan salah satu poin penting dalam OMSP.

Budi merupakan alumni Akmil 1988 dan pernah mengikuti Suslapa II di Manly Australia pada tahun 1996. Dia kemudian ke Inggris pada tahun 1998 untuk meraih gelar S2.

Budi melanjutkan pendidikannya, dan bersekolah di Command and General Staff College di Filipina pada tahun 2001 dengan predikat kelulusan Honor Graduate.

Segudang pendidikan dan pengalaman di bidang Intelijen di dalam dan luar negeri kemudian membawa Budi menetap selama tiga tahun di Iran sebagai Atase Pertahanan (Athan) sekaligus sebagai “Dean” dari MAAT (Military Atache Association in Tehran) yang juga membawahi Irak, Azerbaijan dan Turkmenistan, pada tahun 2009 - 2012.

Perhatiannya pada dunia pendidikan, politik dan ketahanan nasional membuat Budi terus membuka diri dengan terus belajar, menggali dan mengkaji perkembangan politik dan ketahanan nasional di dalam dan luar negeri.

Di sela-sela kegiatan rutinnya, Budi kerap ditunjuk sebagai pembicara di forum-forum internasional dan global, yang salah satunya di forum Network Asean Defence and Security Institutions. Sebuah forum yang berisi jaringan lembaga pemikir dan cendekia dalam lingkup regional dan global.

Budi sendiri membacakan desertasinya di ruang Seminar Lantai 3, Menara Universitas Nasional, Ragunan, Jakarta Selatan pada Selasa, 15 Mei 2018 lalu.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
17-05-2018 09:00