Main Menu

Dua Jenderal RI Diberi Gelar Raja Pemban Agung Sasak

Birny Birdieni
31-05-2018 14:42

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapat gelar ‘Raja Pemban Agung Sasak. (Dok.Datu Sila Dendeng Lombok/RT)

Mataram, Gatra.com- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapat gelar sebagai warga kehormatan masyarakat adat Lombok di Nusa Tenggara Barat. “Pemberian gelar tersebut merupakan penghargaan yang tertinggi kepada kedua pejabat TNI Polri sesuai dengan bidangnya”, jelas Datu Sila Dendeng Lombok H. Lalu Muhammad Patria, M.Pd di Makorem 162/WB, Mataram, Kamis (31/5).


Panglima TNI mendapat gelar ‘Raja Pemban Agung Yudhe Negare dan Keris Pusaka Dirte Yudhe Ayuning Jagat’. Gelar tersebut memiliki arti pemimpin dalam menjaga kedaulatan dan kemartabatan negara baik dari dalam maupun luar negeri.

Sedangkan Kapolri Tito Karnavian diberi gelar ‘Pating Lage Muter jagar dan Keris Pusaka Dirte Yudhe Muter Jagat’. Ini artinya pemimpin tertinggi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat seluruh nusantara.

Patria berharap, kedepan para pemimpin dan masyarakat bersatu menjaga keamanan. Sesuai petuah Sasak tentang menjaga keamanan yang berbunyi “Peririq Bale Langgak Gubuk Gempeng Bumi pair” yang artinya "bersama-sama dalam menjaga tanah air."

Adapun arti dari nama keris yang diberikan kepada kedua petinggi TNI Polri tersebut, yakni keris yang harus dipegang oleh seorang pemimpin tertinggi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan rakyat se Nusantara.

Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) NTB sekaligus Ketua Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (Marsi) NTB itu juga menjelaskan masih ada beberapa gelar yang bisa diberikan kepada para pemimpin lain seperti yang diberikan kepada kedua petinggi TNI Polri tersebut.


 

Reporter: Hernawardi
Editor: Birny Birdieni

 

Birny Birdieni
31-05-2018 14:42