Main Menu

Chef Karen Carlotta: Inspirasi Lokal, Selera Global

didi
11-06-2018 17:39

Chef Karen Carlotta (Dok. UNION/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Siapa sangka Es Teler bisa jadi inspirasi kue cantik. Kreasi ini tercipta dari hasil imajinasi rasa Karen Carlotta, Chef yang dijuluki “Queen of Cake”. Selain kue Es Teler, dia juga telah menggubah kue Pisang Ijo dan kue Martabak. Dengan menggunakan teknik pastry tingkat tinggi, Karen berhasil menerjemahkan cita rasa kudapan lokal ke dalam selera kue internasional.

Kue-kue cantik ini bisa didapatkan di AMKC Atelier, sebuah restoran dengan menu kreatif di Plaza Indonesia. AMKC merupakan singkatan dari nama Karen dan suami, Adhika Maxi yang juga seorang Chef. Dibuka sejak 2016 lalu, restoran ini membawa selera baru di bisnis kuliner Jakarta, yang mengolah cita rasa Indonesia menggunakan teknik cooking dan baking ala Eropa.

Bersama suami, Karen yang akrab disapa “KC” ini adalah brainchild di balik suksesnya UNION, sebuah restoran dan bakery yang kini telah memiliki empat branch di Jakarta, tersebar di Plaza Senayan, Pondok Indah, Grand Indonesia, dan yang terbaru di Pantai Indah Kapuk. Di medio  2018 ini, KC mengatakan bahwa UNION akan terus dibesarkan.

“Sebagai brand, UNION sudah sangat kuat. Saya bersama suami dan partner bisnis kami akan terus membesarkan brand ini, membuatnya menjadi go-public,” ujar Chef KC di Jakarta, Senin (11/6).

Melalui UNION, karya pertamanya yang paling dikenal adalah kue Red Velvet, yang cepat melesat menjadi tren dan mempopulerkan nama UNION. Di balik pencapaiannya sekarang, KC sempat melewati masa “salah arah”. Selulus kuliah di Fakultas Ekonomi sebuah universitas swasta di Jakarta, dia pernah bekerja di sebuah bank dan benar-benar tidak bisa menghayati apa yang dia kerjakan di sana.

Suatu hari, dia mengalami tekanan pikiran yang cukup berat, yang membuatnya keluar dari bank tersebut. Dari sana, orangtuanya mulai memberi kepercayaan pada apa yang dia benar-benar suka yakni membuat kue.

Setelah tidak bekerja di bank, di tahun 2005 KC memilih kuliah di Singapore Hotel and Tourism Education Center (SHATEC). Dia mengambil diploma Pastry & Baking yang menjadi kecintaannya sejak kecil. Di sini KC tidak merasakan kuliahnya sebagai sebuah proses belajar yang susah, jauh berbeda dibanding masa kuliah sebelumnya di jurusan Ekonomi.

“Semua terasa seperti mudah sekali buat saya, karena memang passion saya di sana,” ujar KC yang berhasil lulus dengan predikat Cum Laude.

Di tahun 2009, Karena suatu alasan personal, KC memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Dia kemudian berkenalan dengan seorang Chef muda jebolan French Culinary Institute, New York yang kini menjadi suaminya. Bersama suaminya, dia mendirikan AMKC pertama kali bukan sebagai restoran, tapi sebagai layanan private dining yang melayani kalangan atas, di antaranya pernah menangani acara fine dining untuk Barrack Obama. Dari sana, kariernya terus berkembang bersama suami dan UNION.

Di tengah pencapaiannya sekarang, KC lebih suka untuk tetap berada di spot kesukaannya, dapur. “Dapur adalah dunia saya. Ketika berada di dapur, saya bisa seperti ‘hilang’. Mungkin seperti mabuk-mabukan buat orang yang suka pesta, seperti lupa diri, bahkan sampai lupa makan,” ujar KC.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Iwan Sutiawan

didi
11-06-2018 17:39