Main Menu

Bamsoet: Punya Mobil Listrik Tesla Itu Ekonomis

Ervan
05-07-2018 08:11

Ketua DPR Bambang Soesatyo. (GATRA/Jongki Handianto/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo selama ini dikenal sebagai kolektor supercar seperti Ferrari, Lamborghini hingga Bentley. Namun, kini politikus yang kondang disapa dengan panggilan Bamsoet itu tengah kesengsem pada mobil listrik atau electricity vehicles (EV). Menurut Bamsoet, saat ini di pasaran sudah banyak pilihan mobil listrik. Hanya saja, legislator Golkar itu memilih mobil listrik buatan pabrikan kondang asal Amerika Serikat, Tesla sebagai tungganganya. 

“Pilihan sudah banyak. Tapi memang, yang kerap jadi pilihan utama adalah Tesla. Pabrik mobil listrik asal Amerika Serikat. Kebetulan, yang saya miliki Tesla model X60 dan S60,” kata Bamsoet, Rabu (4/7). Menurut Bamsoet, ada sejumlah alasan yang membuatnya gandrung pada mobil listrik. Di antaranya adalah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) fosil, sekaligus menekan tingkat polusi udara akibat asap dari knalpot. 

Bamsoet menjelaskan, kenaikan harga BBM selalu menjadi persoalan besar di masyarakat. Saat ini, ketergantungan publik pada bahan bakar fosil begitu mengakar. “Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menggalakkan penggunaan kendaraan elekrik. Tren otomotif dunia saat ini pun mulai bergeser ke kendaraan elektrik,” tuturnya. 

Wakil ketua Umum Kadin Indonesia itu sengaja membeli Tesla X60 dan S60 untuk mempromosikan penggunaan mobil listrik. Harapannya, makin banyak masyarakat yang berlaih ke mobil listrik. Bahkan, Bamsoet membeberkan bukti betapa mobil listrik jauh lebih ekonomis. Cuma butuh waktu enam jam untuk mengecas sumber daya mobil listrik hingga penuh.

“Mengecas di rumah enam jam full untuk berjalan 350 kilometer. Jadi kalau hanya putar-putar di Jakarta dan pulang pergi rumah-kantor cukup seminggu sekali nge-charge,” tuturnya.

Dari segi perawatan pun sangat murah. Bahkan, kata Bamsoet, mobil listrik nyaris tanpa biaya perawatan. “Mobil ini nyaris tanpa perawatan. Sangat ramah lingkungan pula. Karena tidak ada mesin, maka tidak perlu ganti oli dan lain sebagainya. Hanya pergantian kanvas rem dan ban. Itu pun bisa 2-3 tahun sekali,” paparnya.

Bagaimana dengan harga mobil listrik? Menurutnya, harga EV tak terpaut jauh dari mobil kelas menengah lainnya. Bahkan, harga mobil listrik masih jauh di bawah mobil mewah Eropa seperti Mercedes-Benz atau BMW. Bamsoet lantas mencontohkan Tesla S60 yang dibanderol USD 50.000 hingga USD 60.000. 

“Jadi setara dengan mobil Toyota Fortuner terbaru. Jadi sebenarnya bukanlah masuk katagori mobil mewah. Dibandingkan mobil Mercedes atau BMW masih jauh lebih murah,” katanya. 

Menurut Bamsoet, harga mobil listrik bisa makin murah jika pemerintah memberikan insentif berupa keringanan atau bahkan menghapus pajak barang mewah (PBM). “Kalau di Amerika, pembeli Tesla atau mobil full listrik dapat insentif potongan pajak dan harga karena masuk kategori membantu pemerintah untuk mengurangi BBM dan polusi,” pungkas Bamsoet.

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Hendri Firzani

 

 

Ervan
05-07-2018 08:11