Main Menu

Mengenal Cawapres Jokowi Lebih Dekat; Dari MUI Menuju Istana

Wem Fernandez
09-08-2018 19:14

Ketua Dewan Penasihat PBNU yang juga Ketua MUI KH Ma'ruf Amin. ( ANTARA/Asep Fathulrahman/RT)

Jakarta, Gatra.com - Teki teki siapa calon pengantin petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres, 2019 mendatang terjawab sudah. Sempat santer dikabarkan berpasangan dengan mantan Ketua Mahkamah Institusi (MK) Mahfud MD, rupanya pilihan Jokowi berbeda. 

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin justru dipilih sebagai ‘pengantin’ yang bakal menemani Jokowi di lima tahun masa pemerintahan (2019-2024) jika terpilih. Malam ini, rencananya Jokowi dan Ma’ruf Amin akan mendaklarasikan dirinya di Tugu Proklamasi. 

Siapa Ma’ruf Amin? 

Memulai pendidikannya di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, kiprah pria kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943 tak bisa disepelekan. Malang melintang dalam dunia dakwah dan politik menjadikan sosok Ma’ruf Amin patut diperhitungkan. 

Lulus dari Tebuireng, Ma’ruf meneruskan kuliah di Universitas Ibnu chaldun, Bogor, Jawa Barat. Kiprah dalam organisasi dimulai sebagai anggota koordinasi Dakwah Indonesiia (KODI) DKI Jakarta dan aktif di organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Kualitas dalam dakwah tak perlu diragukan lagi. 

Di dunia politik, dia pernah menjabat sebagai anggota Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPRD DKI Jakarta. Saat reformasi, nama Ma’ruf Amin mulai melambung dengan aktivitasnya di dunia politik. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pernah meminta yang bersangkutan untuk menjadi Ketua Dewan Syuro PKB. Melalui PKB, dia juga pernah menjadi anggota DPR/MPR RI. 

Ma’ruf lebih aktif di NU dan Komisi Fatwa MUI setelah situasi di PKB memanas. Pada 2007-2009 dan 2010-2014, Ma'ruf Amin diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sedangkan di NU, dipercaya sebagai Rais Aam (Ketua Umum) Syuriah PB NU periode 2015-2020. 

Ma’ruf Amin juga dipercaya sebagai Ketua MUI pada 2015-2020. Namanya juga sempat muncul pascamengeluarkan fatwa atas dugaan penistaan agama yang dilakukan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Fatwanya mendorong terjadinya Demo 4 November 2016. Dalam bidang akademik, Ma’ruf memperoleh anugerah Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) untuk bidang Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Reporter: Wem Fernandez  
Editor: Iwan Sutiawan

Wem Fernandez
09-08-2018 19:14