Main Menu

Rika Oktavia Tak Akan Sia-siakan Asian Para Games 2018

Mukhlison Sri Widodo
07-09-2018 18:59

Rika Oktavia atlet para atletik. (Dok.INAPGOC/RT)

Solo, Gatra.com - Sekilas, Rika Oktavia terlihat normal. Ia berpenampilan tomboy dengan potongan rambut pendek berhigh- light biru. Gerakan saat latihan lompat jauh pun gesit. "Saya altet paralimpic untuk lompat jauh kategori T20 kelompok Intelegencia Impairment (II)," ujarnya kepada Gatra.com Kamis lalu (6/9) di stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah. 

 

Kategori Intelegencia Impairment atau tuna grahita. Dalam pengkategorian para atletik dunia, kelompok ini dimasukkan dalam kategori T20. Meski memiliki kekurangan, jangan sangsikan kemampuan fisik perempuan kelahiran Padang, Sumatera Barat, 25 tahun lalu ini. Dalam kiprahnya sebagai atlet, Rika pernah merebut gelar juara nomor Lari 100 meter pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Riau 2012. 

Setelah itu, ia dilibatkan untuk memperkuat Kontingen Indonesia pada Asia Para Games Myanmar 2013. Dua medali emas nomor Lari 100 meter dan Lompat Jauh berhasil ia bawa pulang.

Sayangnya, pada Asian Para Games II Incheon, Korea Selatan (Korsel), Rika tidak tampil karena surat-suratnya tidak lengkap. Dia tampil lagi pada ASEAN Para Games Singapura 2015. 

Medali emas di nomor Lompat Jauh berhasil dimenangkan dengan catatan lompatan sejauh 5,12 Meter.

"Di Singapura, saya hanya tampil di nomor lompat jauh terkait aturan adanya larangan tampil di dua nomor," tambah perempuan yang pernah merantau ke Palembang membantu usaha pamannya ini.

Rika juga pernah tidak bisa tampil pada Asean Para Games Kuala Lumpur Malaysia 2017 karena sakit. Maka dari itu gelara Asian Para Games 2018 ini, tak mau ia sia-siakan. 

Putri ke 4 dari pasangan Dasril dan Rosmaini bertekad menjadi yang terbaik di kelas yang ia ikuti. "Kalau saya bisa meraih medali emas kan bisa buat tabungan masa depan dan membantu orang tua," ujar anak ke empat dari lima bersaudara ini. 

Rika mati-matin berlatih untuk mengantisipasi pesaing beratnya dari Jepang dan Korea Selatan. Ia hanya mengetahui catatan waktu atlet lompat jauh dari Malaysia, Siti Nurhaida. 

"Catatan rekor atlet Jepang dan Korsel karena belum ada," ujar penggemar berat Maria Londa, peraih emas nomor lompat jauh Asian Games Incheon 2014 ini.


Umaya Khusniah

Mukhlison Sri Widodo
07-09-2018 18:59