Main Menu

Martha Tilaar Mendapat Penghargaan dari PBB

Aries Kelana
20-09-2018 04:59

Dr. (H.C.) Martha Tilaar, penemu dan Ketua Martha Tilaar Group dari Indonesia.(Dok. Global Compact Network Indonesia/re1)

New York, Gatra.com -- United Nations (UN) Global Compact, suatu lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengumumkan 10 SDG (sustainable development goals) Pioneers tahun 2018. Satu dari 10 penerima penghargaan itu adalah Dr. (H.C.) Martha Tilaar, penemu dan Ketua Martha Tilaar Group dari Indonesia. Pemberian penghargaan akan diberikan di New York, Amerika Serikat, pada tangga; 24 September 2018.

 

“Sepuluh individu hebat ini mendemonstrasikan bagaimana bisnis dapat membuka kunci di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan sekitar untuk meningkatkan hasil yang lebih baik di dunia dengan menerapkan Sustainable Development Goals,” ujar Lise Kingo, CEO & Executive Director UN Global Compact, dalam rilisnya yang diterima Gatra.com (20/9).

“Ini Menunjukkan aksi pelopor dan perkembangan dari pemimpin-pemimpin akan membantu menggerakkan yang lain untuk berpartisipasi dalam pergerakan ini untuk menciptakan dunia yang kita ingini.”

Organisasi tersebut menilai Martha telah mengembangkan dunia kosmetik dan perusahaan tradisional herbal yang didirikannya. Ia juga dianggap telah memberdayakan perempuan melalui usahanya dimana beliau mengajarkan ribuan wanita untuk mendapatkan keahlian, mencegah mereka menjadi korban perdagangan manusia yang terkadang disamarkan sebagai pencari tenaga kerja lokal.

Usaha ini telah mengubah hidup banyak perempuan melalui pengadaan lapangan pekerjaan dan pengadaan usaha darinya. Beliau telah mengenalkan ramuan herbal tradisional Indonesia kepada pasar internasional melalui produk-produknya yang ditujukan pada perempuan dan menciptakan lapangan hijau khusus tanaman herbal dinamai Kampoeng Djamoe Organik (Organic Herbal Village), sebagai salah satu usahanya untuk mempertahankan kosmetik dan obat-obatan herbal secara organik.

Program pemberdayaan perempuan telah menjadi komitmen utama mereka sejak awal berdirinya perusahaan.  Martha percaya dengan memberikan keahlian lebih melalui pendidikan perempuan di Indonesia dan melibatkan mereka dalam lini bisnis, ia memberdayakan perempuan yang kekurangan menjadi individu individu yang mandiri dan dapat mendukung dirinya sendiri serta keluarganya. Usaha ini memberikan kontribusi jangka panjang dalam menghalau perdagangan manusia terutama perempuan sekaligus meningkatkan persamaan gender di komunitas lokal.

Kini, Martha memekerjakan lebih banyak perempuan diperusahaannya (sekitar 70%) memproduksi produk produk herbal dan kosmetik dengan tagline “beautifying Indonesian women – inner and outer beauty”.

Dalam menerapkan pemberdayaan perempuan, ia juga mendirikan pusat pelatihan untuk terapis spa dengan berkonsepkan beasiswa penuh dengan akomodasi, uang saku, dan pelatihan gratis selama 3-6 bulan untuk perempuan muda dari keluarga kurang mampu di desa-desa.

UN Global Compact juga menilai perusahaan milik Martha melatih para perempuan untuk memiliki keahlian khusus dalam bidang terapi, perhotelan, sikap baik, finansial dasar, kecantikan dan lainnya. Mereka telah mendidik lebih dari 6000 perempuan Indonesia yang kini menjadi perempuan dengan keahlian khusus dan sebagian telah menjadi entrepreneur yang mempunyai bidang sendiri di layanan kecantikan.

Selama lebih dari 20 tahun grup Martha Tilaar telah mensupervisi lebih dari 2.500 penjual jamu yang sebagian besar berubah menjadi pebisnis yang sukses dan mendukung keluarga mereka secara finansial.

“Saya percaya bahwa kita tidak boleh melupakan kekuatan dari para perempuan penduduk asli. Sampai hari ini saya masih melihat perempuan dengan keahlian khusus dan belum mendapatkan kesempatan untuk menyadari potensi mereka. Untuk menyuarakan Global Goals kita butuh lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam seluruh aspek kehidupan,” kata Martha Tilaar.

 


Aries Kelana

 

Aries Kelana
20-09-2018 04:59