Main Menu

"Mundur Atau Kagak Mundur, Terserah Gatot Brajamusti"

Edward Luhukay
30-08-2016 11:19

Jakarta, GATRAnews - Pasca-penangkapan Gatot Brajamusti alias Aa Gatot, muncul wacana pergantian ketua umum Persatuan Artif Film Indonesia (PARFI). Padahal, pimpinan padepokan terkenal di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, itu, baru saja terpilih menjadi ketua umum PARFI pada akhir pekan lalu melalui sebuah kongres gelaran PARFI di Nusa Tenggara Barat. Muncul pula desakan agar Gatot mundur sebagai bos PARFI.

"Mundur atau kagak mundur, terserah Gatot," kata sineas Anwar Fuadi pada sebuah tayangan bincang-bincang garapan tvOne yang ditayangkan pada Selasa (30/8) pagi.

Dalam tayangan bincang-bincang yang juga dihadiri Sekretaris PARFI Aditya Gumay tersebut, Anwar juga menegaskan bahwa PARFI di bawah kepemimpinan Gatot telah berubah fungsi. Munculnya sejumlah anggota yang non-artis film, dipertanyakan Anwar.

"PARFI itu sudah menjadi organisasi massa, bukan organisasi profesi," kata Ketua Umum Persatuan Artis Sinetron Indonesia tersebut.

Dulu, lanjut Anwar, PARFI memiliki kekuasaan yang cukup signifikan dalam industri perfilman nasional. "Setiap film yang mau rilis, dulu, harus lewat teken PARFI. Kalau sekarang sih bebas. Siapa saja langsung bisa rilis (film)," katanya.

Di sisi lain Aditya menyatakan, PARFI kini sudah tidak disokong oleh pemerintah. Praktis, organisasi yang pernah dipimpin oleh Yenny Rachman tersebut, mengandalkan bantuan dana dari perseorangan untuk kelangsungan perputaran roda organisasi. "PARFI ini secara full dibiayai oleh Aa Gatot," katanya, terkait organisasi yang diisi oleh 1215 anggota tersebut.

Dengan bergulirnya kasus dugaan kepemilikan dan penggunaan narkoba, lanjut Aditya, PARFI masih bisa dikelola dan dipantau oleh Gatot. Menurutnya, ada aturan main di PARFI terkait hal ini. "Beliau (Gatot) masih bisa menentukan status kepengurusan dan menjalankan roda organisasi," demikian Aditya.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
30-08-2016 11:19