Main Menu

IEF-Fest 2016 Digelar 16-18 November

Edward Luhukay
12-11-2016 10:29

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menggelar sebuah festival film etnografi, dengan titel Indonesian Etnographic Film Festival atau IEF-Fest, yang diklaim sebagai bertingkat internasional. Menurut rencana, IEF-Fest 2016 digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, pada 16-18 November 2016.

IEF-Fest 2016 bertujuan untuk menyediakan wadah internasional bagi semua genre film, seperti dokumenter, film seni, drama, atau pun sesuatu yang di luar semua itu, yang menggarap masalah budaya, sosial, agama, dan politik suku-suku bangsa di wilayah atau negara mereka masing-masing," demikian pernyataan pers pihak penyelenggara IEF-Fest 2016, Jum`at (11/11) petang, di Jakarta.

Sejumlah agenda yang bakal mengisi IEF-Fest 2016, terdiri dari Workshop, Seminar, Screening, Special Screening, Photo Exhibition, Open Stage for Indie Bands, serta suguhan musik khusus dari Glenn Fredly dan Kunokini.

Film-film yang akan disuguhkan dalam IEF-Fest 2016 ini berasal dari Papua, Aceh, Nusa Tenggara Timur, Toraja, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan berbagai daerah lainnya. Para pembuat film akan berlomba untuk memenangkan Piala IEF-Fest 2016 dalam kategori film cerita (feature), seni (art), dan dokumenter (documentary).

Pembuatan film etnografi dikenal memiliki pendekatan khas dengan latar belakang gabungan disiplin sinematografi dengan ilmu sosial. Oleh sebabnya, komponen akademik dalam bentuk seminar film sangat penting dalam penyelenggaraan IEF-Fest 2016. Pembicarea seminar IEF-Fest 2016 datang dari beragam latar belakang, seperti produser, ilmuwan, sutradara, kritikus film, atau perancang program di media televisi.

Hal ini pula yang mendorong Pemprov Jabar mengajak UI bekerja sama dalam menyelenggarakan IEF-Fest 2016. "Harapan kami adalah para pembuat film etnografi ini dapat bertumbuh subur di lingkungan kampus pada masa mendatang," sebut pihak penyelenggara IEF-Fest 2016 melalui keterangan persnya yang diterima GATRAnews.

Di sisi lain, sebagai perbandingan dan proses pembelajaran, IEF-Fest 2016 juga bakal memutar film-film etnografi dari luar negeri, yang berbicara mengenai budaya Indonesia. Di antaranya, Street Punk! Banda Aceh karya Maria Bakkalapulo dari Inggris (BBC) dan Global Metal karya Sam Dunn (Kanada).

Minat dari para pembuat film asing ini juga membuktikan, khazanah budaya Indonesia dan film etnografi bertema Indonesia, memiliki pasar yang menjanjikan di mancanegara. Peluang inilah yang nantinya diharapkan dapat direbut oleh merek ayang menggeluti film etnografi di Indonesia.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
12-11-2016 10:29