Main Menu

Arkipel 2017 Usung Tema Penal Colony

Fahrio Rizaldi A.
18-08-2017 20:34

(Dok Arkipe/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Festival film internasional Arkipel kembali digelar tahun ini. Arkipel ke-5 ini mulai dihelat Jumat (18/8). Tahun ini, Arkipel mengusung tema Penal Colony, secara konsep merujuk pada tempat pembuangan tahanan politik atau isolasi khusus narapidana.

Direktur artistik Arkipel 2017, Hafiz Rancajale mengatakan ajang ini selalu mencari tema yang relevan dengan keadaan Indonesia dan internasional. Dalam setahun terakhir tim menemukan persoalan terkait krimonalitas dan hukum, sehingga muncul istilah Penal Colony.

Istilah ini mulai muncul sejak abad ke-20. Satu di antara nya adalah naskah cerita pendek berbahasa Jerman berjudul In der Strafkolonie, atau In the Penal Colony, karya Franz Kafka tahun 1914.

"Penal colony tentang bagaimana hukum bekerja dan sistem yang diterapkan untuk menjadikan narapidana teratur," ujar Hafiz, Rabu (16/8) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Ide itu, kata Hafiz diterjemahkan ke dalam dunia sinema. "Bagaimana sinema membaca itu, dan merangkul persoalan terkait aturan dan sistem," jelas Hafiz.

Tim Arkipel menelusuri karya film yang terkait dengan penal colony, yang dapat diputar dan dibaca ulang. Mereka juga menerima dan menyeleksi berbagai film dari sejumlah negara.

"Kami menemukan banyak interpretasi ulang terhadap naskah penal colony. Ada karya teater, juga satu film terkenal berjudul The Penal Colony karya Raoul Ruiz," jelas Hafiz.

Film yang dirilis tahun 1970 itu akan diputar di Arkipel 2017 dalam program kuratorial di Kineforum Jakarta, pada Minggu (20/8) mendatang. Selain itu, masih ada 84 film lain dari 32 negara yang diputar di Arkipel 2017, sampai tanggal 26 Agustus mendatang.


Reporter: Rizaldi Abror

Editor: Nur Hidayat

   

Fahrio Rizaldi A.
18-08-2017 20:34