Main Menu

Al Gore Suguhkan Fakta Menyeramkan Perubahan Iklim Dunia

Nur Hidayat
22-08-2017 12:10

Film Al Gore, An Invonvenient Sequel (GATRAnews/dok)

Jakarta, GATRAnews – Menyeramkan dan mengerikan. Itulah kesan yang muncul usai menyaksikan pemutaran perdana film kedua karya Al Gore di XXI Epicentrum Kuningan (21/8), “An Inconvenient Sequel: Truth to Power”.

Sesuai dengan judulnya, sekuel An Inconvenient Truth ini merupakan film dokumenter yang menyuguhkan sebuah realitas yang membuat kita merasa resah, memproyeksikan bagaimana kondisi bumi saat ini. Mulai dari mencairnya es di Greenland, hingga banjir yang terjadi di berbagai negara di dunia. Film karya mantan Wakil Presiden Amerika Serikat masa pemerintahan Bill Clinton ini sangat peduli terhadap isu lingkungan.

Sejak 1976, Ia telah memperjuangkan kampanye hijau dan gerakan untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar fosil. Bersama dengan The Climate Reality Project, Al Gore mengadakan pelatihan dan penumbuhan kesadaran bagi siapa saja yang tergelitik untuk melestarikan bumi serta mengurangi polusi.

An Inconvenient Sequel: Truth to Power banyak membeberkan data kerusakan lingkungan yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan, ada rekaman situasi ketika Al Gore terjun menerjang banjir di California, atau bagaimana Ia merasa gelisah karena gunung es di Greenland mencair hingga mencapai selisih 12 meter hanya dalam waktu singkat. Data tersebut yang kemudian membuat film ini semakin kaya dengan fakta dan memperkuat ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli mulai sekarang.

Manager The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode, menghimbau BUMN dan sektor swasta untuk menyelenggarakan pemutaran film An Inconvenient Sequel: Truth to Power kepada karyawan, relasi serta mahasiswa dan memberi buku dengan judul sama kepada para pemangku kepentingan. Ia berharap bahwa film dan buku karya Al Gore akan menggebrak dunia agar lebih peduli dengan isu perubahan iklim global dan bagaimana mengatasinya.

“Pemutaran film ini merupakan momen unik untuk mengumpulkan teman dan jaringan, serta meminta mereka untuk membantu meyakinkan semua kalangan, bahwa krisis iklim adalah isu yang harus diperhatikan saat ini dan masa mendatang,” tegas Amanda.

Al Gore pun memberikan sambutan singkat melalui rekaman video yang ditayangkan sebelum pemutaran film. Ia merasa terhormat atas dukungan dan kepedulian dari para pemerhati lingkungan. “We’re going to solve the climate crisis. We focus on the solution that are available today,” pungkas Al Gore.

Film yang baru saja dirilis ini akan diputar serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 25 Agustus 2017 mendatang. Sementara buku yang diterbitkan dengan judul sama akan menyuguhkan penelitian termutakhir dari para ilmuwan terkemuka di seluruh dunia, dilengkapi dengan pengalaman dan pengamatan pribadi Al Gore dengan 200 foto dan ilustrasi visual.


Repoter: DFS

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
22-08-2017 12:10