Main Menu

Hussain Currimbhoy Bongkar Rahasia Di Balik Layar Sundance Film Festival

Dewi Fadhilah Soemanagara
27-08-2017 21:11

Hussain Currimbhoy bercerita tentang Sundance Institute (GATRAnews/DFS)

Jakarta, GATRAnews – Pemutaran film Weiner yang menjadi juara Sundance Film Festival kategori Grand Jury mendapat sambutan meriah dari para penonton. Sebuah panggilan kepada pemerhati film dan filmmakers untuk menyimak di balik layar Sundance Film Festival, digelar hari ini (26/8) di @america Pacific Place. Dilanjutkan dengan bincang-bincang dengan Hussain Currimbhoy, Programmer Sundance, membeberkan apa saja yang luput dari perhatian para pembuat film yang berniat mengirimkan karyanya ke Sundance.

Sundance Film Festival Programming Overview dibawakan oleh Hussain dengan luwes dan interaktif. Sundance Institute merupakan sebuah organisasi nonprofit yang mendukung penuh film independen dan seniman dari seluruh dunia, guna memperkenalkan karya mereka pada audiens. Sundance juga memberikan dana bantuan untuk para pembuat film nonfiction storytelling yang paling inovatif.

Setiap tahunnya Sundance menerima lebih dari 1.700 proposal, dan telah membiayai hampir 500 proyek dari 61 negara di seluruh dunia. Hussain mengungkapkan, yang diburu oleh Sundance adalah storytelling yang efektif, orisinalitas, daya artistik dan potensi untuk menggugah masyarakat.

Ada pula program film dokumenter dengan kriteria yang membebaskan para pembuat film untuk berkreasi sekreatif mungkin. Hussain mengajak para pembuat film Indonesia untuk mengirimkan karyanya ke Sundance melalu situs www.withoutabox.com/sundance dengan format tautan daring dari Vimeo atau Without A Box maupun Blurays dan DVD.

Acara yang diselenggarakan oleh @america, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Sundance Institute dan In-Docs ini juga dihadiri oleh para pembuat film dan mereka yang menaruh perhatian lebih pada karya seni multidimensi. Hussain juga menceritakan bagaimana beberapa film bisa menjuarai kategori World Dramatic dan World Documentary Competitions.



Hussain menyatakan antusiasmenya selama berada di Indonesia. Ia tergugah dengan kuliner Nusantara yang membuatnya tidak bisa “berhenti makan”. Hussain yang telah 3 tahun bergabung di Sundance Institute ini sebelumnya pernah berkecimpung sebagai Director Programming di Sheffield Doc/Fest UK. “Karena itu saya berada di sini, banyak seniman kreatif, negara yang besar, sejarah yang kaya, dan kebudayaan yang potensial,” ujar Hussain.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa Sundance ada untuk menghadirkan karya-karya yang bisa membuka mata dan pikiran para penontonnya, khususnya karya yang mereka tunggu-tunggu dari Indonesia.


Reporter: DFS

Editor: Nur Hidayat

Dewi Fadhilah Soemanagara
27-08-2017 21:11