Main Menu

Dua Film Karya Sineas Purbalingga Menangi FFKHN  

Rosyid
31-08-2017 09:45

Sutradara Video Citizen Journalism (VCJ) Asyrof Zahirillah pemenang CVJ terbaik FFKHN. (Foto: GATRAnews/Ridlo Susanto/AK9)

Purwokerto, GATRAnews – Dua dari tujuh nominator film dan video karya sineas Purbalingga, Jawa Tengah terpilih sebagai yang terbaik pada ajang Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN) 2017. Malam Penganugerahan digelar Selasa malam, 29 Agustus 2017 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat.

 

Keduanya yaitu, “Papan Anggaran Desa” sutradara Asyrof Zahirillah produksi Sabuk Cinema SMA Negeri Bukateja sebagai Video Citizen Journalism (VCJ) Terbaik kategori pelajar dan “Beras Bosok Kanggo Rakyat” sutradara Firman Fajar Wiguna produksi Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga sebagai Film Dokumenter Pelajar Terbaik.

 

Firman Fajar Wiguna mengatakan kemenangan itu merupakan obat lantaran sepanjang produksi film beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) di Purbalingga itu kerap menegangkan. Sebabnya, ada beberapa pihak yang tak suka, saat dia mencoba mengulik beras mulai kualitas hingga lingkaran setan distribusi rastra. membuahkan hasil.

 

“Penghargaan ini memberi semangat kami, untuk terus kritis terhadap apa yang terjadi di lingkungan kami dengan film,” ujar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Purbalingga ini, melalui keterangan tertulis yang diterima GATRA, Rabu pagi (30/8). Dalam film itu, Firman menceritakann penerapan distribusi rastra untuk warga miskin tidak menjadikan rakyat sejahtera. Namun justru menambah beban hidup rakyat miskin.

                                                                                                   

Sementara Video Citizen Journalism (VCJ) “Papan Anggran Desa” menyoroti tentang desa yang sudah transparan terkait penggunaan dana desa dan desa yang belum transparan di Kabupaten Purbalingga. Bentuk transparansi atau keterbukaan pemerintah desa pada warga ini dengan cara mempublikasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) di ruang publik dengan papan atau baliho.

 

Menurut Asyrof Zahirillah, mengawal dana negara tugas semua warga negara, termasuk pelajar. “Tidak hanya dana desa yang harus dikawal, tapi juga penggunaan dana di sekolah. Saya akan mengajak adik-adik kelas di ekskul sinematografi kami untuk mengawal penggunaan anggaran sekolah dengan film,” ujar Asyrof.

 

Sementara salah satu juri, Ary Nugroho, mengatakan film-film karya pelajar Purbalingga selalu menawarkan bentuk keberanian. “Keberanian dalam proses pembuatannya. Tidak gampang seusia pelajar mengungkap suatu perkara dengan model investigasi lengkap,” jelasnya.

 

FFKHN yang diselenggarakan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan United States Agency for International Development (USAID) ini rencananya akan menggunakan film dan video pemenang dan nominasi sebagai materi kampanye mengawal harta negara bagi BPK.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Rosyid

Rosyid
31-08-2017 09:45