Main Menu

Hendardi: Perintah Nobar Film G30S/PKI, Kontra Upaya Pemerintah

Iwan Sutiawan
25-09-2017 08:30

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (GATRA/Ervan Bayu/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Ketua SETARA Instutute, Hendardi, menilai perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada jajarannya untuk memutar Film G30S/PKI tidak sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyelesaikan kasus kelam masa lalu.


"Perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada jajarannya untuk memutar Film G30S/PKI menggambarkan perspektif dan sikap politik Panglima TNI atas peristiwa kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada 1965-1966," kata Hendardi di Jakarta, Senin (25/9).

Menurut Hendardi, perintah itu tidak sejalan dan tidak mendukung rencana pemerintah yang berencana menggali kebenaran persitiwa tersebut. Gatot justru bersikap sebaliknya, mempromosikan kebencian kepada orang-orang yang dituduh PKI di masa lalu, meskipun hingga kini kebenaran peristiwa tersebut belum terungkap.

"Sebagaimana diketahui, Film G30S/PKI adalah film indoktrinatif yang diproduksi oleh Orde Baru untuk membenarkan tindakan penguasa baru itu menciptakan stabilitas politik pada masanya," ujar Hendardi.

Film tersebut juga menjadi instrumen menyebarkan kebencian, stigma, dan diskriminasi permanen pada orang-orang yang dituduh sebagai PKI. Di sisi lain, pasca Orde Baru, muncul banyak versi tentang peristiwa tersebut.

Bahkan, lanjut Hendardi, pemerintah telah berencana untuk melakukan pengungkapan kebenaran dan keadilan atas peristiwa yang sesungguhnya. "Jadi, rencana pemutaran film yang digagas oleh Panglima TNI hanyalah model dan cara Orde Baru untuk menanamkan kebencian tanpa reserve, tanpa interupsi, meskipun yang disuguhkan adalah peristiwa yang belum jelas kebenarannya. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya pemutaran film tersebut tidak lagi dilakukan," katanya.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
25-09-2017 08:30