Main Menu

Cerita Deva Mahenra Perankan Musisi di Film Terbaru

Fahrio Rizaldi A.
16-11-2017 15:18

Deva Mahenra. (Dok. GATRA/Edward Luhukay/AK9)

Jakarta, Gatracom - Aktor Deva Mahenra semakin menunjukkan kualitas aktingnya di layar lebar. Pemeran Soekarno muda di film Guru Bangsa Tjokroaminoto itu mendapatkan peran di film terbaru.


Dalam film berjudul Satu Hati Nanti garapan sutradara Salman Aristo ini, Deva berperan sebagai musisi yang sedang mengejar karier di Swiss.

"Ini pertama kali, saya dipercaya untuk tidak hanya berakting, tapi juga sebagai musisi," jelas Deva, di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).

Di film terbarunya ini Deva berperan sebagai Bima, seorang musisi muda asal Indonesia yang mengejar mimpinya di Swiss. Deva beradu akting dengan Adinia Wirasti, berperan sebagai Alya, kekasih Bima yang dikirim ke Swiss untuk belajar membuat cokelat.

"Bima adalah musisi yang sempat memulai karier di Indonesia. Karena dia punya mimpi yang besar, dia sampai di Swiss," jelas Deva.

Dikisahkan, Bima mengalami konflik internal terkait impiannya dalam menghadapi realita. Bima juga mengalami masalah dalam hubungannya dengan Alya.

Film Ke-11 Deva Mahendra

Judul Satu Hari Nanti merupakan film ke-11 bagi Deva Mahendra. Debut aktingnya dimulai saat Deva berperan sebagai Abdee Negara dalam film biografi Slank Nggak Ada Matinya. Deva juga memerankan Olip di film Jomblo versi baru.

Deva yang pernah masuk dalam 40 besar ajang Indonesian Idol 2007 ini juga menyumbang lagu untuk soundtrack film Satu Hari Nanti. "Nyanyi juga, (mengisi) soundtrack juga," tukas Deva.

Selain Deva dan Ardinia Wirasti, film ini juga dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Ayushita, dan Donny Damara. Film ini diproduksi oleh Rumah Film pimpinan Dienan Silmy, dan Evergreen Pictures pimpinan Khrisna Wiyana. Oddy Mulya menjadi co-producer dalam film ini.

Film Satu Hari Nanti akan tayang perdana dalam program kompetisi, Screen Awards di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Desember mendatang. Film ini juga telah ditawarkan untuk didistribusi ke sejumlah negara di Asia.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo

 

Fahrio Rizaldi A.
16-11-2017 15:18