Main Menu

Sineas Muda Asia Tenggara Bikin Film di Jogja

Mukhlison Sri Widodo
21-11-2017 10:13

Sineas muda Asia Tenggara di ajang ROK FLy 2017. (GATRA/Arif Koes/FT02)

 
 
 
Digagas oleh Busan Film Commision (BFC), proyek ini bertajuk Project Asian ROK Film Leader Incubator (Fly).
 
“Proyek ini sebenarnya sudah berjalan beberapa tahun, namun baru pertama kali ini singgah di Indonesia. Kami menjadikan Kota Yogyakarta sebagai kawah candradimuka para sineas muda untuk belajar dan menghasilkan karya,” kata Direktur Busan Film Commision Choi Yoon saat pembukaan acara di Gaia Cosmo Hotel, Yogyakarta, Senin (20/11).
 
Choi menjelaskan sebelum singgah di Indonesia, Project Asian ROK Fly ini tahun-tahun sebelumnya diselenggarakan di Myanmar, Kamboja, Thailand, dan Malaysia.
 
Selain kaya akan arsitektur budaya, DI Yogyakarta dipilih karena keragaman masyarakatnya dan menjadi barometer dunia kesenian di Indonesia. Selama dua minggu, ke-21 peserta akan mengeksplorasi seluk beluk Yogyakarta bersama para mentor.
 
“Di lapangan nanti, selain sebagai pendamping para mentor bakal bertukar pikiran dengan peserta. Diharapkan ajang ini mampu melahirkan kreativitas sineas muda Asia Tenggara sehingga bisa ditularkan di negara masing-masing untuk mengembangkan industri perfilman,” kata Choi.
 
Mentor yang dilibatkan dalam proyek antara ini sutradara film Lucky Kuswandi dan produser Bayu Prihantoro dari Indonesia. Kemudian ada lima sineas mentor dari Korea Selatan yaitu Song Ilgon, Cho Eunsoo, Steve M Choe, Peter Ki Lee, dan Kim Junseok.
 
Bayu Prihantoro menyatakan, saat ini seluruh peserta datang dengan konsep sinema mereka. Peserta dan mentor sebelumnya sudah berkomunikasi secara online sebagai persiapan pembuatan film pendek. 
 
“Peserta sudah melakukan riset kecil tentang DI Yogyakarta melalui berbagai media. Di sini, mentor tinggal menyempurnakan pelatihan sinematografi dan editing agar hasilnya maksimal,” jelas produser "Ruah", film pendek terbaik peraih Piala Citra di Festival Film Indonesia 2017, ini.
 
Film pendek yang dihasilkan  dari program ini akan diputar dalam ajang Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2017 pada awal Desember mendatang.
 
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang membuka acara ini mempersilakan peserta untuk menggali sisi menarik Kota Yogyakarta dan menuangkannya ke dalam film.
 
“Kami berharap muncul inspirasi dalam proyek ini baik di Indonesia maupun di negara-negara peserta. Selamat berkarya di Kota Yogyakarta," katanya.
 

 
Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison 
Mukhlison Sri Widodo
21-11-2017 10:13