Main Menu

Produser Film Naura dan Genk Juara Temui Ketum MUI

Arif Prasetyo
30-11-2017 13:28

Masyarakat untuk Tabayyun, Menonton Dahulu Baru Berpendapat (Foto: Dok. MUI)

Bogor, Gatracom - Produser film Naura dan Genk Juara, Amalia Prabowo menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, di Bogor, Rabu (29/11). Tujuan kedatangannya untuk menjelaskan latar belakang pembuatan film Naura dan Genk Juara yang tidak sedikit pun bertujuan untuk mendiskreditkan pihak tertentu.


Menurut Amalia, film yang dibintangi oleh aktris cilik Adyla Rafa Naura Ayu ini benar-benar bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan pesan-pesan positif kepada anak-anak Indonesia.

“Tujuan kami sowan ke Kiai Maruf Amin adalah mengomunikasikan hal tersebut dan meluruskan pandangan yang berkembang di masyarakat,” ujar perempuan berjilbab ini.

Sementara Ketua Umum MUI, KH Maruf Amin mengungkapkan pihaknya mendukung film Naura dan Genk Juara bila memang tujuannya memberikan pembelajaran positif bagi anak-anak Indonesia.

MUI, menurut Maruf, juga menghargai mekanisme yang dilakukan Lembaga Sensor Film (LSF) sebelum film ini dirilis, termasuk adanya unsur MUI di dalam proses screening itu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk Tabayyun, menonton terlebih dahulu baru berpendapat. Jangan hanya melihat dari sosial media. Untuk para pekerja seni, saya imbau jangan patah semangat,” ungkap Maruf.

Amalia menambahkan, setelah menggelar nonton bareng bersama tokoh NU dan puluhan anak yatim di Surabaya (25/11), serta puluhan tokoh dan pengurus Muhammadiyah di Jakarta (23/11), pihaknya perlu menyampaikan tanggapan positif para tokoh dan anak yatim itu kepada Ketua Umum MUI.

Nobar juga sudah digelar di berbagai kota, seperti Balikpapan, Makassar, Lampung, Bandung, Jakarta, dan sejumlah kota lain dengan respon positif dari orang tua dan anak-anak yang menonton.

“Tanggapan positif tersebut menguatkan kami. Dan semangat positif ini yang juga ingin kami sampaikan kepada Kiai Ma’ruf sebagai tokoh Islam yang sangat kita hormati. Kami juga meminta pendapat dan wejangan dari beliau agar terus bersemangat berkarya untuk anak-anak Indonesia,” ujar sineas yang juga memproduseri film Wonderdul Life ini.

Film Naura dan Genk Juara yang disutradarai Eugene Panji ini melibatkan 140 pemeran anak dan pengambilan gambar dilakukan selama bulan puasa. Menurut Amalia, para pemeran cilik tetap berpuasa penuh di tengah jadwal syuting yang padat. Film yang dirilis tanggal 16 November lalu ini juga untuk mengobati kerinduan akan film musikal anak, setelah Petualangan Sherina yang dirilis 17 tahun lalu.

Klarifikasi LSF
Terkait kontroversi film Naura & Genk Juara ini, sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengaku telah menerima klarifikasi dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Wakil Ketua MUI Masduki Baidlawi mengatakan, dalam klarifikasi itu, LSF telah menyatakan bahwa tidak ada permasalahan dalam film yang saat ini sedang diputar di bioskop-bioskop itu. "Apalagi, ada penghinaan terhadap agama Islam, " ujar Masduki.

Menurut Wasekjen PBNU ini, sebelum meloloskan film drama musikal anak itu LSF telah mengundang sejumlah ahli dan akademisi untuk ikut menyaksikan film.

"Bahkan, salah satunya berasal dari MUI. Jadi, sebetulnya sudah clear dan tidak ada masalah," tegasnya.

Meski begitu, lanjut Masduki, MUI akan menerima permintaan LSF untuk menyaksikan film itu dalam rangka melakukan klarifikasi. "Hal itu perlu kami lakukan agar masyarakat menjadi tenang," tuturnya.

Sembari menunggu sikap resmi MUI, Masduki mengimbau agar masyarakat mampu menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan negatif. "Jangan sedikit-sedikit umat merasa terpojokkan dan seolah-oleh dikepung oleh musuh, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa," pungkas Masduki.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
30-11-2017 13:28