Main Menu

"Moonrise Over Egypt" Kisah Perjuangan Diplomatik Agus Salim Ramaikan Bioskop Maret 2018

Dara Purnama
23-02-2018 01:39

Film "Moonrise Over Egypt"(Youtube/Moonrise Over Egypt/re1)

Jakarta, Gatra.com - Perjuangan pahlawan nasional H. Agus Salim saat memimpin delegasi Indonesia memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia segera bisa dinikmati oleh pecinta film di Indonesia.



Tiga Visi Selaras (TVS), melalui debut pertamanya, memproduksi tema tersebut dengan judul “Moonrise Over Egypt”. Sesuai dengan tajuknya, syuting film dilakukan di Mesir pada Agustus 2017. Film ini bisa disaksikan mulai 22 Maret 2018 di bioskop-bioskop pilihan di seluruh Indonesia.

Sutradara Pandu Adiputra mengatakan kisah film ini diangkat saat Agus Salim memimpin delegasi yang terdiri dari Abdurrachman Baswedan, Mohammad Rasjidi, dan Nazir Sutan Pamuntjak bertemu dengan Perdana Menteri Mesir, Mahmud Fahmi El Nokrashy pada April 1947. Pertemuan diplomatik itu dilakukan guna memperjuangkan pengakuan kedaulatan dan kemerdekaam Indonesia secara de jure dari pemerintahan Mesir.

“Ketegangan terjadi karena delegasi Indonesia mesti berhadapan dengan kelicikan Duta Besar Belanda Willem Van Receteran Limpurg yang tak merelakan kemerdekaan Indonesia dan ingin mengagalkan misi diplomatik tersebut,” kata Pandu kepada wartawan saat jumpa pers peluncuran trailer film Moonrise Over Egypt, di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (21/2).

Willem tidak sendiri, dia didampingi oleh ahli strategi bernama Cornelius Adriaanse melakukan lobi politik terhadap perdana menteri Mesir. Bahkam Willem dan Adriaanse menyusupkan mata-mata ke delegasi Indonesia.

Keterlambatan penandatanganan kesepakatan dengan Mesir membuat Agus Salim dan kawan-kawan berada dalam keadaan tidak pasti di Kairo. Situasi semakin memburuk dengan adanya kabar dari Indonesia tentang invansi NICA yang mengepung pulau Jawa dan Madura.

Tokoh sentral H Agus Salim dipercayakan kepada aktor teater kawakan Pritt Timothy. Selanjutnya Vikri Rahmat sebagai AR Baswedan (kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan), Satria Mulia sebagai Mohammad Rasidi, Drh Ganda sebagai Nazir Pamuntjak (ayah dari aktris Jajang C Noer). Sedangkan aktor lawas Mark Sungkar didapuk memerani Perdana Menteri Mesir El Noikrashy Pasha. Sementara lawan mereka di Limpurg yakni Dubes Belanda di Mesir diperankan oleh aktor bule Harry Bond Jr.

Film ini bukanlah film dokumenter. Maka ada sejumlah tokoh muda fiksi yang dimunculkan.

Produser Adie Marzuki memastikan bahwa film berlatar belakang sejarah ini rasanya sangat perlu diketahui oleh generasi muda zaman sekarang. “Karena film ini menggambarkan bagaimana Indonesia berjuang memeroleh pengakuan dari dunia internasional,” tutup Adie.




Reporter : DPU
Editor : Flora L.Y. Barus

Dara Purnama
23-02-2018 01:39