Main Menu

Menonton, Berdendang, dan Santap Sedap di “Film Musik Makan” 2018

Flora Librayanti BR K
23-02-2018 07:00

Konferensi Pers Acara Film Musik Makan (FMM) di Kinosaurus, Jakarta Selatan. (GATRA/Flora L.Y. Barus/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Di tahun kelima, acara Film Musik Makan (FMM) bukan hanya akan diadakan di Jakarta, tapi juga di Bandung. Komunitas Pemutaran Film, Kolektif bekerjasama dengan GoetheHaus di Jakarta serta Bahasinema dan Spasial di Bandung.



“Ajang ini untuk mempertemukan banyak orang, lintas multi disiplin. Harapannya kerjasama bisa terbentuk. Ini menjadi tempat yang cair dan organik sebagai ruang untuk bertemu,” ujar Inisiator Kolektif yang juga produser, Meiske Taurisia disela-sela konferensi pers FMM di Kinosaurus, Jakarta Selatan, Kamis (22/02).

FMM tahun ini menayangkan sejumlah film pendek dan film panjang yang sukses wara-wiri di sejumlah festival internasional.

Sebut saja film pendek Suryo Wiyogo, Joko. Ini salah satu film yang berkompetisi di Singapore International Film Festival 2017. Ada lagi Happy Family dari Eden Junjung yang terpilih dalam Official Selection di Bridge of Arts International Film Festival, Rusia 2017.

Dua film pendek berikut berbagi panggung di Busan International Film Festival. Madonna karya Sinung Winahyoko yang menang di kategori Best Shorts serta Malila: The Farewell Flower milik Anucha Boonyawatana peraih Kim Ji-Seok Award. Film ini membawa Anucha juga menjadi nominasi dalam Ingmar Bergman International Debut Award di Goteborg Film Festival 2018.

Selain itu, jadilah juga yang pertama menyaksikan film terbaru Jason Iskandar, Elegi Melodi serta dari Wregas Bhanuteja, Waung.

Tak lupa, film panjang keempat Ismail Basbeth, Mobil Bekas dan Kisah-kisah dalam Putaran juga akan menyapa para penonton FMM 2018. Mobil Bekas sudah melanglang buana ke Tokyo International Film Festival 2017 dan terpilih berkompetisi di Busan International Film Festival 2017.

“Saya berharap mulai dari karya film ini, saya mampu meleburkan dan mendayagunakan segenap pengetahuan dan energi yang saya miliki untuk membuat karya-karya film yang sekaligus berfungsi sebagai sebuah pernyataan politis pribadi saya,” sebut Ismail.

FMM tentu tak lengkap tanpa suguhan musik. Kali ini, Adrian Yunan, Harlan, dan Adrian Boer mewujud dalam proyek kolaborasi yang dinamai “Rental Video”. Proyek musik akustik ini terinspirasi dari pengalaman menonton film-film Indonesia di era sewa kaset video.

Sajian makanan dan minuman di FMM menjadi penarik perhatian bagi pecinta kuliner. Tahun ini akan hadir Lapak Makan Sineas yang merupakan sajian nikmat dari tangan para sineas Indonesia.

FMM akan diadakan Sabtu, 10 Maret 2018 di GoetheHaus, Jakarta serta Minggu, 11 Maret 2018 di Spasial, Bandung mulai pukul 12.00-22.00. Untuk menonton rangkaian film-film di FMM 2018, diberlakukan donasi senilai Rp150.000 (terusan film dan musik di Jakarta) serta Rp100.000 (terusan film dan musik di Bandung).




Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
23-02-2018 07:00