Main Menu

Festival Film Purbalingga Sambangi 18 Desa di Banyumas Raya

G.A Guritno
05-07-2018 11:46

Festival Film Purbalingga 2018. (Dok. FFP/FT02)

Purwokerto, Gatra.com – Festival Film Purbalingga (FFP) akan resmi memulai rangkaian festival dengan pembukaan program Layar Tanjleb di lapangan Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Purbalingga Sabtu malam, 7 Juli 2018, mulai pukul 20.00 WIB.

 

Direktur FFP, Bowo Leksono mengatakan tahun ini merupakan edisi ke-12 FFP. Total 18 desa di Banyumas Raya akan disambangi. Bekerjasama dengan pihak warga tiap desa, program Layar Tanjleb merupakan kerja kolektif antara FFP dengan warga Banyumas Raya.

"Sejak awal FFP memang didesain untuk melayani publik Banyumas Raya. Layar Tanjleb merupakan moda utama untuk membuat ruang temu antara warga dengan festival,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima GATRA, Kamis (5/7).

Dia menjelaskan, festival yang dikerjakan secara kolektif ini melibatkan komunitas film lain seperti Sangkanparan (Cilacap) serta Sinema Kedung (Kebumen). Bersama CLC Purbalingga, kesemuanya merupakan bagian dari Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB).

Program lain yang dirangkai dalam festival ini adalah Nonton Bersama Tetangga, sebuah program yang mengajak warga sekitar area Purbalingga kota untuk mewakafkan teras rumah menjadi tempat menonton program FFP, tahun ini ditetapkan menjadi pilar baru setelah percobaan pertama di tahun lalu mendulang respon positif.

“Diedisi ke-12, FFP coba memperkuat program-program yang sudah jalan ditahun-tahun sebelumnya. Percobaan-percobaan baru yang kami anggap selayaknya dikembangkan, dipertajam kembali dan digali kemungkinan pengembangannya,” jelasnya.

Manajer FFP, Nanki Nirmanto mengatakan, tahun lalu untuk pertama kalinya FFP mengadakan lokakarya vloger, bagi anak muda Banyumas Raya yang berminat dan berniat menjadi 'Youtuber'.

“Tahun ini, lokakarya kami pertajam dengan tambahan perspektif dokumenter. Mimpi kami, anak muda Banyumas Raya yang menjadi vloger bisa melakukan kerja-kerja dokumenter, mengupas hal-hal menarik di sekeliling desa mereka,” ujar Nanki.

Menurut Nanki, puncak rangkaian festival ini ada pada Kompetisi Film Pendek Pelajar Banyumas Raya. Menurut dia, tahun ini kualitas produksi para pelajar semakin mumpuni. Total ada 28 judul mendaftar tahun ini.

“Terdiri dari 18 film dokumenter dan 10 film fiksi,” imbuhnya.

Dia mengklaim, tiap tahun selalu ada peningkatan kualitas karya pelajar Banyumas Raya. Salah satunya adalah lantaran pendampingan yang dilakukan secara simultan.

“Selalu menjadi tantangan bagi kami untuk menjaga dan mengembangkan kualitas karya para pelajar. Pendampingan yang kami lakukan setahun penuh, berbuah manis. Banyak karya yang bahkan melebihi harapan kami,” jelasnya.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
05-07-2018 11:46