Main Menu

Ini Dia Jadwal dan Program Lengkap Festival Film Eksperimental Arkipel 2018

Flora Librayanti BR K
06-08-2018 20:44

Festival film dokumenter & eksperimental, Arkipel 2018.(Dok. Arkipel/re1)

Jakarta, Gatra.com - Festival film dokumenter & eksperimental, Arkipel 2018 sajikan tujuh program utama. Festival tahunan yang lengkapnya dinamai “Arkipel homoludens - 6th Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival 2018” tersebut adalah helatan rutin yang digelar oleh Forum Lenteng.

 

“Tahun ini akan ada 72 filem dokumenter dan eksperimental dari 19 negara yang akan ditayangkan,” jelas Direktur Festival, Yuki Aditya di Jakarta, Senin (6/8).

Program Kompetisi Internasional telah memilih 21 filem dari 14 negara sebagai peserta dari total 1.400 lebih filem terdaftar dari 80 negara. Anggota Dewan Juri Kompetisi Internasional Arkipel adalah Azar Mahmoudian (kurator dan pendidik asal Iran), Dave Lumenta (Antropolog dan musisi asal Indonesia), Ronny Agustinus (pendiri Marjin Kiri), dan Hafiz Rancajale (Seniman dan kurator, sekaligus pendiri Forum Lenteng dan Direktur Artistik Arkipel). Filem-filem akan terbagi ke dalam 8 slot pemutaran.

Ada pula Program Kuratorial Homoludens. Program ini terdiri dari empat program dari empat kurator yang hadir. Kemudian, ada program “Cakrawala”. Di sini khusus menayangkan enam filem Indonesia dengan membaca fenomena visual terkini dari produksi gambar bergerak di konteks lokal Indonesia. “Membincangkan bagaimana situasi di era digital membuka peluang untuk bereksperimentasi dalam sinema,” tambah Yuki.

Program Presentasi Khusus bekerjasama dengan sixpackfilm (Austria) dengan program “Austrian Experiments” yang dikurasi oleh Gerald Weber dan Lauren Howes. Keduanya merupakan anggota Canadian Filmmakers Distribution Centre (CFMDC), sebuah distributor film non-komersial asal Kanada. Program ini akan mempresentasikan filem-filem eksperimental Kanada. Selain itu, ada pula Takashi Makino, seniman asal Jepang yang mempresentasikan tiga filem hasil garapannya melalui kuratorial bertajuk “Film Performance”.

Program Penayangan Khusus sendiri menggandeng Milisifilem yang didukung oleh Pusbang Film Kemdikbud RI. Maka, sejumlah filem karya rumah produksi tersebut akan diputar untuk kali pertama ke publik.

Festival tentu tak hanya ajang untuk menjadi pasif dengan menonton sejumlah sinema. Maka hadirlah Forum Festival Arkipel. Program ini terdiri dari lima panel yang diselenggarakan pada 8-9 Agustus 2018 di GoetheHaus, Goethe-Institut Jakarta. Nantinya akan ada lima panel dan mendiskusikan beragam tema.

Arkipel makin lengkap dengan kehadiran program “Pameran Kultursinema”. Pameran Kultursinema #5 dikuratori oleh Mahardika Yudha dengan judul “Gelora Purnaraga”. Gelora Purnaraga merupakan pameran yang mencoba membaca rekaman-rekaman filemis dari sejarah penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia; Asian Games (1962) dan Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang—GANEFO (Games of the New Emerging Forces) 1963, sebagai sebuah peristiwa kebudayaan. Pameran Kultursinema sebelumnya telah dilaksanakan pada penyelenggaraan Arkipel 2014-2017. Pameran Kultursinema akan diselenggarakan di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki mulai 8 sampai 15 Agustus 2018.

Malam Pembukaan Festival Arkipel akan dimulai pukul 19.00 pada 9 Agustus 2018, di GoetheHaus dengan penayangan 4 filem: "Songs of Fortune" (Veronika Burger, Austria, 9 menit, 2015), "La Buona Novella (Good Tidings)" (Sebastiano Luca Insinga, Italy, 15 menit, 2018), "The Night Between Ali and I" (Nadia Hotait & Laila Hotait, Spanyol, 10 menit, 2016), dan "Sub Terrae" (Nayra Sanz Fuentes, Spanyol, 8 menit, 2017). Juga Piano Resital yang akan disajikan oleh Dendang Belantara.

Malam Penghargaan Arkipel akan menutup rangkaian festival pada 16 Agustus 2018 pukul 19.00 di GoetheHaus, dengan penampilan dari Performing Out of Limbo (hasil kolaborasi antara para pengungsi/pencari suaka etnis Oromo dari Ethiopia dengan mahasiswa dan akademisi dari Departemen Antropologi Universitas Indonesia serta musisi lokal).

Semua acara di Arkipel gratis dan terbuka untuk umum.


 

Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
06-08-2018 20:44