Main Menu

Rakyat Aceh Iuran Beli Pesawat Seulawah Bakal Diangkat ke Layar Lebar

G.A Guritno
04-09-2018 16:21

Aris Wahyudi, pendiri Startup perfilman produserfilm.com (Dok. Dinkominfo PBG/FT02)

Purwokerto, Gatra.com – Kisah pembelian pesawat Douglas DC3 pada masa awal kemerdekaan dari hasil iuran atau crowdfunding rakyat Aceh akan diangkat ke layar lebar atau difilmkan.

 

Sosok Bung Karno sebagai inisiator yang membuat rakyat Aceh tergerak untuk membeli pesawat yang menjadi cikal bakal maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia Ariways ini pun bakal diangkat.

Menariknya, sama seperti kisah urun dana rakyat Aceh membeli pesawat, biaya pembuatan film ini juga akan dilakukan penggalangan atau patungan masyarakat (crowdfunding) masyarakat. Masyarakat bisa urun dana lewat situs penggalangan dana kitabisa.com/produserfilm.

“Jadi produserfilm.com itu kan seperti crowdfunding. Jadi kita ingin mengabadikan, dulu kan Bung Karno itu kan pernah, yang selama ini dikenang kan Bung Karno sebagai seorang negosiator dan politikus. Tapi sebenarnya, Bung Karno itu pernah menjadi seorang pelopor crowdfunding,” kata pendiri perusahaan digital atau startup yang bergerak di perfilman, produserfilm.com, Aris Wahyudi.

Pengusaha asal Purwokerto ini menjelaskan, ide untuk memproduksi film bertema crowdfunding terinspirasi dari kisah pembelian Pesawat Seulawah yang dibeli oleh masyarakat Aceh secara gotong royong. Inisiatornya urun dana tersebut adalah proklamator sekaligus presiden Indonesia pertama, Sukarno.

Dia menjelaskan, film akan berlatar dua masa, yakni pada masa penggalangan dana dan awal kemerdekaan RI, serta masa revolusi. Dengan pesawat ini, maka negara Republik Indonesia yang baru lahir bisa menembus blokade ekonomi penjajah Belanda.

Pesawat ini pula yang berjasa menjadi cikal bakal maskapai nasional, Garuda Indonesia Airways. Adapun latar masa kedua adalah ketika Garuda Indonesia sudah menjadi maskapai kebanggaan Indonesia.

Tiap warga yang hendak bergabung menjadi produser cukup urun dana sebesar Rp 25 ribu. Dengan dana sekecil ini, masyarakat bisa terlibat sebagai produser, mulai dari penentuan skenario, pemilihan pemeran hingga mengawasi proses produksi.

Penggalangan dana bakal dilakukan hingga Desember 2019. Adapun produksi film diperkirakan dimulai pada awal 2020.

“Targetnya satu juta orang bergabung. Dana yang terkumpul Rp 25 Miliar untuk film ini,” katanya.

Aris menilai Bung Karno adalah pelopor crowdfunding di Indonesia. Pada tahun 1948, Bung Karno berpidato mengajak rakyat Aceh untuk patungan guna membeli pesawat Douglas DC3 yang kemudian diberi nama Seulawah, dengan nomor penerbangan RI 001.

“Bung Karno mengumpulkan dana dari masyarakat untuk membeli pesawat Seulawah yang dari Aceh. Rakyat Aceh diimbau untuk membeli pesawat Seulawah sehingga menjadi pesawat pertama Garuda Indonesia Airways,” jelasnya.

Urun dana masyarakat ini ternyata masih relevan hingga saat ini. Patungan dana yang pernah dilakukan Bung Karno untuk membeli pesawat itu sekarang ditiru oleh Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad, sebagai solusi untuk mengurangi hutang negara.

Selain menggelorakan semangat crowdfunding Bung Karno, maka patungan membuat film Bung Karno ini juga akan semakin memberikan informasi tentang perjuangan crowdfunding Bung Karno yang selama ini terlupakan.

Dia menambahkan, film dengan biaya produksi model crowdfunding juga terinspirasi dari Mantan Presiden BJ Habibie yang menggalang dana untuk pembuatan pesawat R80.

“Pak Habibie sudah mengumpulkan sekitar Rp 9 miliar,” ujarnya.

Nama Aris Wahyudi sebenarnya tak terlampau asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Banyumas dan sekitarnya. Ia dikenal dengan ide-idenya yang tak biasa. Tahun 2017 lalu, ia sempat meluncurkan situs nikahsirri.com yang kontroversial. Aris Wahyudi juga tercatat pernah menjadi Calon Bupati Banyumas, pada Pilkada Banyumas 2008.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
04-09-2018 16:21