Main Menu

KPI Keluarkan Aturan Program Siaran Mistik, Horor dan Supranatural

Birny Birdieni
10-09-2018 16:44

Ilustrasi - Siaran Televisi (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra. Com- Terkait program siaran mistik, horor, dan supranatural (MHS), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta seluruh lembaga penyiaran televisi untuk memperhatikan batasan ataupun pedoman dalam menayangkan program tersebut.

 

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran KPI Pusat Nomor 481/K/KPI/31.2/09/2018 tertanggal 5 September 2018. Dimana catatannya, program tersebut tidak semata-mata mengeksploitasi efek ketakutan para pemeran atau pengisi acara.

Termasuk didalamnya larangan menampilkan adegan komunikasi dengan arwah atau dunia gaib. Juga tidak menampilkan adegan kesurupan atau kerasukan.

Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan bahwa dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) masih memberi ruang pada tayangan dengan muatan MHS, namun saja KPI perlu mengatur dengan lebih detail melalui surat edaran.

Menurutnya, ada dua hal krusial yang benar-benar harus diperhatikan dalam produksi konten dengan muatan MHS. "Pertama, adalah permasalahan perlindungan anak," kata Yuliandre dalam rilis yang diterima Gatra.com, Senin (10/9).

KPI dengan tegas melarang muatan MHS dalam program siaran yang ditujukan kepada anak dengan klasifikasi pra sekolah dan anak.

Poin kedua adalah harus memperhatikan tampilan yang terkait dengan agama atau budaya tertentu. Setiap tayangan MHS harus disertai dengan memberikan pemaknaan secara rasional, budaya dan agama.

Menurut Yuliandre, surat edaran ini juga memperhatikan masukan dari berbagai kalangan masyarakat perihal program siaran mistik, horor, dan supranatural di lembaga penyiaran televisi berjaringan.

“Hasil Focus Group Discussion (FGD) terkait Tayangan Mistik, Horor, dan Supranatural tanggal 7 Agustus 2018 dan keputusan rapat pleno KPI Pusat tanggal 5 September 2018," pungkasnya.

 


Birny Birdieni

Birny Birdieni
10-09-2018 16:44