Main Menu

WHO: Wanita Hamil Jangan Nonton Olimpiade ke Rio 

Dani Hamdani
13-05-2016 17:06

Atlet senam China Jiahui Liu saat uji senam ritmik untuk ikut olimpiade Rio de Jeneiro, Brazil, 2016 (AFP / Yasuyoshi Chiba)

Jenewa, GATRANews - Buat ibu hamil perhatikan pengumuman ini. Walau anda tergila-gila pada kegiatan multi event olahraga, baiknya tidak usah pergi ke Rio de Janeiro untuk menonton Olimpiade, karena resiko digigit nyamuk dan terinveksi virus Zika. Peringatan itu disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan Organisasi Kesehatan Pan Amerika (Pan American Health Organization/PAHO) pada Kamis, 12/5/16.

 

Meski ajang olahraga itu berlangsung selama musim dingin di Brasil, saat digigit nyamuk lebih rendah karena lebih sedikit nyamuk yang aktif berkeliaran, tetap saja WHO memgeluarkan peringatan tersebut.


WHO dan PAHO menyatakan bahwa para atlet dan pengunjung mesti mencari lebih banyak informasi tentang risiko terinfeksi virus Zika dan cara mencegah infeksinya saat menghadiri Olimpiade dan Paralimpiade 2016.

Brasil adalah satu dari 58 negara dan wilayah yang melaporkan penularan berlanjut virus Zika lewat gigitan nyamuk.

Penyakit virus Zika menyebabkan gejala ringan, dan kebanyakan orang tidak mengalami gejala apapun.

Namun demikian, ada konsensus ilmiah bahwa virus Zika berhubungan dengan mikrosefali serta gangguan dan cacat otak lain pada bayi yang lahir dari perempuan yang terinfeksi virus Zika selama kehamilan.

WHO dan PAHO mendorong para atlet dan orang-orang yang mengunjungi Rio de Janeiro, dan area lain tempat virus Zika menyebar mengikuti saran perjalanan dari WHO dan otoritas kesehatan negara mereka, dan berkonsultasi ke petugas kesehatan sebelum melakukan perjalanan.

Selama siang hari, mereka disarankan sedapat mungkin melindungi diri dari gigitan nyamuk menggunakan obat nyamuk oles dan mengenakan pakaian yang menutup sebanyak mungkin bagian tubuh.

Karena virus Zika juga bisa menular lewat seks yang tidak aman, WHO dan PAHO menyarankan para atlet dan pengunjung melakukan hubungan seks secara aman atau berpantang melakukannya selama tinggal di daerah tempat penyebaran virus Zika dan sampai sedikitnya empat pekan setelah mereka kembali, khususnya jika mereka mengalami gejala infeksi.

Seperti diaporkan Antara, WHO sudah menyampaikan saran kesehatan masyarakat kepada pemerintah Brasil dan di bawah nota kesepahaman Komite Olimpiade Internasional dan Komite Penyelenggara Lokal Rio 2016 diminta secara berlanjut melakukan mitigasi risiko pada para atlet dan pengunjung yang terjangkit selama Olimpiade.

 
Fokus saran WHO meliputi tindakan untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes, yang bisa menularkan chikungunya, dengue, demam kuning dan virus Zika.

Editor: Dani Hamdani  

Dani Hamdani
13-05-2016 17:06