Main Menu

Oxfam Nobatkan Sembilan Perempuan Pejuang Pangan

Fahrio Rizaldi A.
17-10-2016 19:16

Jakarta, GATRAnews - Lembaga sosial internasional Oxfam di Indonesia memberikan penghargaan kepada sembilan perempuan dari seluruh daerah di Indonesia. Penghargaan bernama Perempuan Pejuang Pangan ini diberikan untuk merayakan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober. Sembilan perempuan ini dipilih melalui kompetisi video yang diikuti oleh para anak muda.

Berdasarkan penilaian dari profil para perempuan yang ditampilkan dalam video, terpilihlah sejumlah nama antara lain Giyem dari Pati, Ummi Kalsum dari Aceh Besar, Seliwati dari Luwu Utara, Daeng Karra dari Makassar, Nurlina dari Pengkajene Kepulauan, Sri Rohani dari Kebumen, Catur Rini dari Bogor, Beatrix Rika dari Sikka, dan Erna Leka dari Tulang Bawang.

Direktur Program Keadilan Ekonomi Oxfam di Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan sembilan perempuan pejuang pangan tersebut terbukti mampu menjadi inspirasi komunitas dan menjadi penggerak masyarakat. "Kepemimpinan mereka sangat menonjol. Para perempuan ini mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat di sekitar lingkungannya," ujar Dini, Minggu (16/10), saat memberikan penghargaan kepada para Perempuan Pejuang Pangan Oxfam 2016, di Cikini, Jakarta Pusat.

Kiprah perempuan-perempuan ini diwujudkan dalam mempertahankan lahan pertanian di linkungan mereka. Mereka juga menunjukkan kepemimpinan dalam penerapan pertanian varietas lokal yang lebih adaptif terhadap iklim.  Inovasi para perempuan ini juga mendapatkan penilaian, satu di antaranya menerapkan sistem pertanian perkotaan hidroponik untuk mengatasi lahan sempit. Ada pula perempuan pesisir yang berperan penting dalam merestorasi hutan mangrove sebagai habitat ikan-ikan tangkapan para nelayan.

"Perempuan pejuang pangan berkontribusi besar dalam upaya mengakhiri kelaparan di komunitas dan dapat menghindarkan masyarakat dari dampak perubahan iklim secara global," lanjut Dini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Rimbawan Muda Indonesia, Mardha Tillah mengatakan kegiatan ini sangat tepat untuk menciptakan ruang bagi generasi muda agar dapat bersentuhan dengan isu pangan. "Anggapan bahwa perempuan hanya berperan kecil dalam rantai pangan, masih menjadi pemahaman umum. Namun begitu, paling tidak, puluhan video yang kemudian didaftarkan ke dalam skema kompetisi ini menceritakan lain. Begitu juga hasil dari penelurusan tokoh," terangnya.

Dalam penyelenggaraan event kompetisi video anak muda, Oxfam di Indonesia bekerjasama dengan Rimbawan Muda Indonesia. Secara keseluruhan panitia menerima 48 nama nominasi perempuan pejuang pangan dari seluruh Indonesia. 34 nominasi diperoleh lewat kompetisi video anak muda dan 14 melalui penelusuran tokoh.

Dari 48 nominasi yang masuk prosentase terbesar berasal dari Pulau Jawa (63%), Sumatera (12%), Sulawesi (8%), Nusa Tenggara (15%) dan Kalimantan (2%). Sedangkan sub-sektor pertanian para kandidat adalah pertanian 75%, nelayan (17%) dan urban farming (6%).



Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
17-10-2016 19:16