Main Menu

Perempuan Wajib Terlibat Program Ketahanan Pangan Nasional

Fahrio Rizaldi A.
31-10-2016 20:25

Jakarta, GATRAnews - Untuk menyukseskan target pembangunan berkelanjutan, atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, pemerintah wajib melibatkan masyarakat secara keseluruhan. Terlebih untuk memenuhi target ketahanan pangan zero hunger pada tahun 2030, produsen pangan lokal skala kecil juga memiliki peranan yang besar. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Keadilan Ekonomi Oxfam di Indonesia, Dini Widiastuti.

"Kami melihat peran produsen pangan skala kecil di Indonesia. Ada 14 juta keluarga petani yang harus terlibat," ujar Dini, Minggu (30/10), di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat.

Jumlah itu, kata Dini, tidak sepenuhnya benar. Sebab, keluarga petani tak hanya dihitung dari peran kepala keluarganya saja. "Masih ada para perempuan, dan anak muda yang belum dihitung. Mereka harus diperdayakan, diberi akses sumber produksi yang mudah, misalnya, akses modal, pasar, peralatan, dan teknologi," urainya.

Peningkatan kapasitas pertanian, kata Dini, biasanya hanya menyasar kepala keluarga. Sementara, tidak ada keadilan peranan bagi para perempuan. "Biasanya bapak-bapaknya saja yang dilibatkan pelatihan. Padahal ada pembagian peran, ibu-ibu juga punya keterampilan yang lebih untuk membantu suaminya," jelas Dini.

Tak hanya keadilan peran, pertanian di Indonesia juga harus diberi keleluasaan. Tak lagi menerapkan penyeragaman produksi. "Diversivikasi pertanian harus dilakukan. Misalnya, di NTT (Nusa Tenggara Timur) cocoknya sorgum, jangan dipaksa tanam padi. Indonesia terlalu besar untuk diseragamkan, semua orang harus memahami manfaat pangan di daerah masing-masing," pungkasnya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
31-10-2016 20:25