Main Menu

SADARI, Tingkatkan Angka Kesembuhan Kanker Payudara

Fitri Kumalasari
07-11-2016 15:35

Dr. Arie Munandar pada diskusi #SADARI di Alun-alun Indonesia Grand Indonesia, West Mall, Lantai 3, Kamis, 3 November 2016  (Dok GATRA/Maverick/Mira Febri Mellya)

Jakarta, GATRAnews - Menurut data WHO, angka kejadian kanker di dunia semakin meningkat. Bahkan, diprediksi pada tahun 2030, angkanya bisa naik hingga 3 kali lipat. Angka ini bahkan mengalahkan penyakit TBC dan AIDS. Padahal, sekitar 43 persen kanker dapat dicegah. "Pencegahannya sangat sederhana. Menghindari tembakau, menghindari infeksi, dan diet seimbang," kata Dokter Arie Munandar, Spesialis Onkologi FKUI, pada diskusi kampanye foto #SADARI oleh Margareth Horhoruw, 3 November 2016 di Alun-alun Indonesia Grand Indonesia West Mall Lantai 3.

 

Sementara itu, penyakit terbanyak dialami perempuan pada 10 tahun belakangan di Indonesia adalah kanker mulur rahim (serviks). Tapi perkembangan saat ini, berdasarkan data dari Patologi Anatomi Indonesia pada 2010, kanker payudara menjadi yang lebih tinggi dialami oleh perempuan di Indonesia.

 

"Yang penting bagi kanker payudara itu adalah pencegahan dan screening," kata Arie yang juga berada dalam Komite Penanggulangan Kanker Nasional. Screening kanker payudara terbilang mudah, yakni lewat SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).

 

SADARI dapat dilakukan sendiri oleh tiap perempuan. "Bagus dilakukan pada waktu 7 hari setelah menstruasi." Jika terdapat benjolan disekitar payudara dan ketiak bisa diperiksakan kepada dokter untuk ditelaah lebih lanjut. Apakah berupa benjolan jinak, ganas, atau benjolan lain.

 

Arie menegaskan, kebanyakan benjolan yang ditemukan adalah jinak. Persoalannya adalah saat mengenali ada benjolan lantas menjadi panik. "Akhirnya tidak mau langsung berobat. Pergi kesana kemari (alternatif) dan membuat benjolan semakin besar. Baru berobat ke dokter dan stadiumnya sudah lanjut." Perilaku demikian menyulitkan dan menurunkan angka keberhasilan penanganan kanker payudara.

 

Padahal jika ditangani sedini mungkin, angka keberhasilan kanker payudara bisa mencapai 90 persen. Maka penting sekali menyadarkan perempuan akan pencegahan dan pemeriksaan sedini mungkin.


Reporter: Fitri Kumalasari

Editor: Dani Hamdani 

 

Fitri Kumalasari
07-11-2016 15:35