Main Menu

Oxfam Kampanye 16 Hari Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Fahrio Rizaldi A.
28-11-2016 21:10

Jakarta, GATRAnews - Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, pada tahun 2015, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia mencapai 321.752 kasus. Angka ini berarti, dalam satu menit ada lima perempuan yang mengalami kekerasan.

Kondisi ini menggugah lembaga sosial internasional, Oxfam, bersama sejumlah mitra untuk melakukan kampanye 16 hari anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tak hanya itu, kekerasan terhadap perempuan dan anak juga terjadi akibat tingginya angka perkawinan anak di Indonesia.

Ketua Yayasan Pusat Komunikasi dan Informasi Perempuan, Kalyanamitra, Listyowati mengatakan perkawinan anak adalah satu di antara bentuk kekerasan terhadap perempuan. "Banyak alasan yang menyebabkan praktik perkawinan anak di Indonesia tetap terjadi, seperti budaya yang menyatakan bahwa perempuan sudah layak menikah setelah mengalami menstruasi," ujar Listyowati, Senin (28/11), dalam forum yang membahas penghapusan praktek perkawinan anak di Indonesia, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, alasan klasik yang kerap mengorbankan anak perempuan untuk dinikahkan di usia dini adalah masalah ekonomi. "Alasan ekonomi menenpatkan perempuan sebagai beban tambahan keluarga, jika dikawinkan maka akan mengurangi beban ekonomi. Kerangka hukum di Indonesia juga harus dibenahi, selama ini, aturan pemerintah menyebutkan usia legal untuk menikah adalah 16 tahun," urainya.

Bersama Oxfam, Kalyanamitra gencar melakukan kampanye untuk menghapus praktek perkawinan anak di Indonesia. Dalam kegiatan ini, dua lembaga sosial tersebut melibatkan kelompok anak muda untuk membentuk forum menolak perkawinan anak. "Apa pun alasannya, perkawinan anak adalah kekerasan. Karena melanggar hak perempuan dan anak. Perkawinan anak juga mematikan cita-cita anak, karena sejak usia dini diwajibkan mengurus keluarga. Menikah di bawah usia 18 tahun akan menghancurkan ketahanan keluarga," tandasnya.



Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
28-11-2016 21:10