Main Menu

Amy Atmanto dan Cita-cita Perhimpunan Kebayaku

Edward Luhukay
07-12-2016 19:59

Koleksi Kebaya Rainbow Expression Karya Amy Atmanto (GATRAnews/Edward Luhukay)

Jakarta, GATRAnews - Amy Atmanto memberanikan diri menjajal tantangan Ketua Perhimpunan Kebayaku Nunun Daradjatun untuk menghadirkan beragam busana kebaya dalam bentuk modern, khususnya bagi perempuan masa kini yang dinamis dengan mobilitas yang tinggi. Perancang busana kenamaan ini menjawab tantangan tersebut dengan koleksi kebaya yang dia sebut Rainbow Expression.

"Bagi saya sebagai seorang desainer, bagaimana menghadirkan busana-busana inspirasi tradisional ini dengan model yang lebih ringan, up to date, dan global, yang cocok untuk perempuan masa kini yang dinamis dengan mobilitas yang tinggi," papar Amy, ditemui di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/12) siang.

Di tempat yang sama, koleksi Rainbow Expression disuguhkan pada gelaran busana bertajuk Pesona Kebaya Nusantara itu. Hal ini berbeda dengan sejumlah show Royal Sulam by Amy Atmanto sebelumnya, yang menghadirkan busana kebaya pengantin tradisional dan modern, serta lebih dikhususkan bagi calon pengantin atau acara-acara khusus. 

"Kebaya kali ini mencoba menghadirkan Rainbow Expression atau gambaran pelangi nusantara dengan keragaman, mulai dari rok pendek mengenakan songket cape, sampai kebaya dengan rok gaun yang digemari kawula muda atau bahkan ibu-ibu sosialitas juga. Dan juga ada kebaya simpel," papar perempuan yang pernah merancang mahakarya kebaya couture bertabur kristal Swarovski yang dikenakan Miss Universe 2007 Riyo Mori.

Sementara, Nunun menyatakan apresiasi atas rancangan kebaya hasil karya Amy yang berhasil memukau seisi ruangan gelaran busana Pesona Kebaya Nusantara. Yang mengejutkan, kata Nunun, keterlibatan kaum marjinal dalam pengerjaan koleksi Rainbow Expression. "Ternyata pengerjaan kaum marjinal ini bisa dipakai oleh kami-kami ini, dan disuguhkan melalui fashion show hari ini," kata istri dari mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini.

Pemilik Rumah Kreatif Amy Atmanto ini telah memberdayakan ratusan kaum marjinal dan sahabat tuna rungu melalui pelatihan softskill seputar pengerjaan busana-busana. "Sekarang kita bisa mengenakan kebaya sambil beramal, karena busana ini dikerjaan oleh kaum marjinal yang kita bina. Mereka mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya," kata Amy.


Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
07-12-2016 19:59